Kategori Berita
Rabu, 14 JANUARI 2026 • 13:05 WIB

Real Madrid Pecat Xabi Alonso: Ketidakcocokan dalam Kebijakan Transfer Jadi Penyebab Utama

Real Madrid Pecat Xabi Alonso: Ketidakcocokan dalam Kebijakan Transfer Jadi Penyebab UtamaReal Madrid Pecat Xabi Alonso: Ketidakcocokan dalam Kebijakan Transfer Jadi Penyebab Utama

Real Madrid resmi mengakhiri kontrak Xabi Alonso sebagai pelatih setelah kurang dari satu tahun menjabat, disebabkan ketidakcocokan dalam kebijakan transfer pemain.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Keputusan ini diambil menyusul kinerja yang dianggap tidak memuaskan, termasuk kekalahan di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona.

Alasan Pemecatan Alonso

Xabi Alonso dipecat oleh Real Madrid setelah menerima kontrak dua tahun pada musim panas lalu, hanya bertahan hingga Januari. Kalah dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol menjadi kekalahan terakhir yang membuat manajemen Madrid mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama.

Meskipun tim berhasil mencapai final Piala Super Spanyol, penampilan tim selama kompetisi tidak memuaskan. Presiden Florentino Perez menilai penampilan selama mengalahkan Atletico Madrid tidak cukup baik, yang menunjukkan harapan tinggi klub terhadap performa pelatih.

Salah satu masalah utama yang dihadapi Alonso adalah perselisihan dengan beberapa pemain bintang. Ketidakcocokan dalam visi manajerial dan kebijakan transfer menjadikan lingkungan kerja tidak nyaman bagi pelatih.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Kebijakan Transfer yang Kontroversial

Menurut laporan dari Marca, salah satu alasan pemecatan Alonso terkait dengan ketidakpuasan terhadap kebijakan transfer pemain. Alonso berharap untuk mendapatkan gelandang bertahan, Martin Zubimendi, dengan biaya klausul 60 juta euro dari Real Sociedad.

Namun, presiden Perez memutuskan untuk tidak memenuhi permintaan tersebut dan malah memilih untuk mendatangkan Franco Mastantuono dari River Plate dengan biaya yang hampir sama. Keputusan ini diambil meskipun Madrid memiliki cukup stok pemain di posisi gelandang serang.

Mastantuono, yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan tim, hanya tampil dalam 17 pertandingan dan mencetak satu gol serta satu assist. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan transfer tersebut tidak memberikan dampak positif yang diharapkan.

Konflik Lain di dalam Tim

Alonso juga menghadapi tantangan ketika keinginannya untuk memperpanjang kontrak Luka Modric tidak diindahkan oleh Perez. Modric dianggap penting oleh Alonso, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai panutan bagi generasi muda dalam proses transisi di tim.

Meskipun Madrid memiliki Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga, keduanya bukan tipe gelandang bertahan yang dibutuhkan oleh Alonso. Hal ini semakin memperlihatkan adanya kesenjangan antara manajemen klub dan visi kepelatihan Alonso.

Kondisi ini menjadi semakin sulit baginya, dan pada akhirnya pemecatan menjadi langkah yang diambil oleh manajemen untuk mencari solusi atas isu-isu yang dihadapi di dalam tim.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Real Madrid Pecat Xabi Alonso: Ketidakcocokan dalam Kebijakan Transfer Jadi Penyebab Utama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!