Kategori Berita
Selasa, 13 JANUARI 2026 • 11:23 WIB

Upaya Kemenkes Mengatasi Penyakit Pascabanjir di Aceh Tamiang

Upaya Kemenkes Mengatasi Penyakit Pascabanjir di Aceh TamiangUpaya Kemenkes Mengatasi Penyakit Pascabanjir di Aceh Tamiang

Kementerian Kesehatan memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kasus penyakit setelah banjir di Aceh Tamiang, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Data menunjukkan bahwa kondisi sanitasi dan kepadatan di lokasi pengungsian berkontribusi terhadap tingginya angka infeksi, mendorong tim relawan untuk bertindak.

Peningkatan Kasus Penyakit Pascabanjir

Kementerian Kesehatan melaporkan adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit di Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang setelah bencana banjir besar.

Dokter Relawan dari Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kemenkes, dr. Yulia Dewi Irawati, menegaskan bahwa lingkungan yang tidak bersih dan sanitasi yang buruk menjadi faktor utama peningkatan infeksi.

Kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia mendapatkan perhatian khusus agar mereka tetap memperoleh pengobatan yang diperlukan guna mencegah penurunan kesehatan lebih lanjut.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Tindakan Tim Relawan Kesehatan

Tim relawan Kemenkes telah melaksanakan tindakan medis dan pengobatan bagi pasien dengan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Dalam situasi darurat ini, mereka memastikan pasien tetap mendapatkan perawatan yang diperlukan guna mencegah perburukan kondisi kesehatan.

Selain itu, edukasi masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut dilaksanakan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan jiwa dan fisik warga.

Kondisi Layanan Kesehatan Pasca Banjir

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas kesehatan di Desa Sekumur.

Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, Siti Aisyah, mengungkapkan bahwa sejumlah alat kesehatan, termasuk tempat tidur pasien dan peralatan medis lainnya, hilang, sehingga pelayanan kesehatan sangat terbatas.

Kementerian Kesehatan telah mengirimkan Tim Relawan TCK Batch II untuk memperkuat respons kesehatan dan memastikan akses layanan medis bagi masyarakat yang terisolasi.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Upaya Kemenkes Mengatasi Penyakit Pascabanjir di Aceh Tamiang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!