Menteri Bahlil Ungkap Dugaan Sabotase di Balik Kebakaran Proyek RDMP Pertamina
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyoroti insiden kebakaran yang terjadi di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan pada Mei 2024 sebagai kejadian yang mungkin tidak hanya sebatas kecelakaan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Kebakaran ini, menurut Bahlil, menimbulkan pertanyaan akan keamanan proyek dan menduga adanya 'udang di balik batu' terkait pertugas struktural dan keamanan yang dipertanyakan.
Kebakaran yang mengguncang kawasan kilang Pertamina di Balikpapan terjadi pada tanggal 25 Mei 2024. Insiden ini mengundang perhatian publik karena proyek ini seharusnya rampung pada awal bulan yang sama.
Dalam pernyataannya, Bahlil menuturkan, 'Proyek RDMP ini banyak dramanya, kenapa?' disertai dengan pernyataan bahwa insiden tersebut tidak hanya mengganggu proses pembangunan tetapi juga menimbulkan keraguan terhadap keamanan proyek tersebut.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Setelah terjadinya kebakaran, Menteri Bahlil segera menginstruksikan tim dari Inspektorat Jenderal untuk melakukan investigasi menyeluruh. Pernyataan Bahlil menunjukkan pentingnya mengidentifikasi penyebab dari kebakaran yang dianggap tidak lazim.
Ia menyebutkan bahwa kebakaran tersebut mungkin memiliki unsur-unsur luar yang mempengaruhi serta menciptakan situasi yang merugikan proyek swasembada energi Indonesia. Bahlil menambahkan, 'Tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar, atau dibakar karena ada faktor lain.'
Bahlil menyampaikan bahwa pengembangan energi di Indonesia menjumpai berbagai tantangan serius yang dapat menghalangi pencapaian swasembada. Ia menyatakan ada pihak-pihak yang tidak menginginkan negara ini berhasil menjadi mandiri dalam energi.
Ia menegaskan, 'Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan swasembada energi agar impor terus, impor terus, impor terus.' Meskipun tantangan tersebut ada, Bahlil tetap optimis bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia dapat segera mencapai tujuan swasembada energi, asalkan semua kendala dapat diatasi.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: