Kategori Berita
Minggu, 11 JANUARI 2026 • 17:10 WIB

Pemerintah Inggris Ambil Sikap Terkait Grok AI, Musk Desak Kebebasan Bicara

Pemerintah Inggris Ambil Sikap Terkait Grok AI, Musk Desak Kebebasan BicaraPemerintah Inggris Ambil Sikap Terkait Grok AI, Musk Desak Kebebasan Bicara

Pemerintah Inggris telah mengambil langkah untuk memblokir aplikasi Grok, yang dikembangkan oleh Elon Musk, karena kemampuannya menghasilkan konten yang merugikan, terutama terhadap perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Tindakan ini memicu pernyataan dari Musk, yang menuduh pemerintah berusaha menekan kebebasan berbicara melalui ancaman denda dan larangan terhadap platform media sosialnya, X.

Kekhawatiran atas Konten Berbahaya

Aplikasi Grok AI telah menjadi pusat perhatian karena kemampuannya menciptakan gambar yang bersifat eksploitasi. Beberapa pengguna memanfaatkan teknologi ini untuk mengedit foto-foto perempuan dan anak-anak agar terlihat mengenakan pakaian yang tidak pantas.

Musk menyatakan bahwa Grok berhasil menduduki posisi sebagai aplikasi terpopuler di App Store Inggris, meskipun keberhasilannya diwarnai oleh berbagai kekhawatiran tentang dampak negatif dari penggunaan aplikasi tersebut.

Sebagian ahli berpendapat bahwa konten yang dihasilkan oleh Grok dapat dianggap sebagai bentuk pelecehan seksual anak. Hal ini menciptakan diskusi penting mengenai tanggung jawab pengembang software AI dan dampaknya terhadap masyarakat.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Reaksi Pemerintah Inggris dan Australia

Dalam menghadapi situasi ini, Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan langkah tegas terhadap X apabila tidak ada tindakan pemulihan konkret yang dilakukan. "X perlu mengendalikan situasi dan menghapus materi ini," tegas Kendall.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menambahkan pandangannya mengenai risiko penggunaan kecerdasan buatan generatif. "Penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk mengeksploitasi orang tanpa persetujuan mereka adalah hal yang menjijikkan," ujarnya.

Waktu berjalan, pemerintah dalam kedua negara tersebut tampaknya serius dalam menangani potensi ancaman yang disebabkan oleh penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab.

Kontroversi Kebebasan Berbicara

Di tengah perdebatan tersebut, beberapa tokoh politik, termasuk mantan Perdana Menteri Liz Truss, berupaya mengaitkan isu ini dengan kebebasan berbicara. "Starmer benar-benar telah kehilangan akal sehatnya," ujarnya terkait potensi larangan akses ke X.

Meskipun XAi telah melakukan pembatasan terhadap beberapa fitur Grok, aplikasi tersebut tetap bisa diakses secara privat, yang menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas upaya pembatasan tersebut.

Anggota parlemen Partai Buruh, Jess Asato, menekankan perlunya perundangan yang lebih tegas untuk menangani masalah pelecehan seksual dalam konteks yang semakin berkembang ini.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemerintah Inggris Ambil Sikap Terkait Grok AI, Musk Desak Kebebasan Bicara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!