Protes Meluas di Iran, Koneksi Internet Diputus dan Ancaman Terhadap Pengunjuk Rasa Meningkat
Gelombang demonstrasi di Iran semakin meluas, diiringi oleh pemutusan koneksi internet oleh pemerintah setempat setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei menuduh pengunjuk rasa melakukan kerusakan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Aksi protes ini meningkat signifikan sejak akhir bulan Desember lalu, dipicu oleh tingginya inflasi dan ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Pemerintah Iran mengambil langkah drastis dengan memutuskan koneksi internet secara nasional, menyusul peringatan dari Ali Khamenei kepada demonstran. Menurut kelompok pemantau NetBlock, pemutusan internet ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya reaksi terhadap protes di berbagai daerah.
Dalam pidatonya, Khamenei menyebut tindakan demonstrasi sebagai perusakan dan menuduh pengunjuk rasa sebagai pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengungkapkan, 'Semalam di Teheran, sekelompok perusak dan perusuh datang dan menghancurkan bangunan milik negara.'
Sebagai respons atas situasi tersebut, faksi oposisi yang dipimpin oleh Reza Pahlavi menyerukan kepada masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam demonstrasi, dengan ajakan untuk 'turun ke jalan'.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Laporan dari media pemerintah Iran menunjukkan kerusakan signifikan di berbagai kota, dengan kendaraan dan infrastruktur publik yang terdampak kebakaran. Jurnalis lokal menggambarkan situasi di lapangan sebagai 'zona perang', terutama di pelabuhan Rasht.
Sejak dimulainya protes, banyak warga yang menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi ekonomi, dengan inflasi yang terus melonjak dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Tindakan repressif pihak pemerintah juga dinilai berlebihan dan memicu semakin meluasnya ketidakpuasan publik.
Krisis yang berkepanjangan ini memicu tuntutan untuk perubahan rezim di kalangan demonstran, yang dilihat di berbagai wilayah Iran. Khamenei meminta agar para demonstran 'ditempatkan pada tempatnya,' meski pernyataan tersebut justru menambah kemarahan masyarakat yang merasa terpinggirkan.
Menanggapi demonstrasi yang semakin meningkat, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, berusaha untuk mendorong dialog dengan masyarakat dan merencanakan pemulihan ekonomi. Pemerintah melakukan langkah-langkah komunikatif untuk meredakan ketegangan yang terjadi.
Namun, sikap Khamenei yang terus mengklaim pengunjuk rasa sebagai agen asing dan mempengaruhi citra rakyat menguatkan seruan untuk reformasi. Hal ini menambah ketegangan di kalangan massa, yang semakin merasa frustrasi dengan respons pemerintah terhadap permasalahan ekonomi.
Konsekuensinya, protes masih berlanjut dengan sejumlah laporan dan observasi dari berbagai organisasi yang menunjukkan peningkatan ketegangan di lapangan.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: