Lonjakan Kasus Flu di New York Memicu Krisis Kesehatan
Musim flu di New York City mengalami peningkatan drastis, dengan lebih dari 128 ribu warga dinyatakan positif flu hingga awal Januari 2026.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Kondisi ini menyebabkan tekanan besar pada layanan kesehatan dan apotik di wilayah tersebut, dengan kebutuhan mendesak untuk alat tes flu.
Laporan dari Departemen Kesehatan New York City mengungkap bahwa jumlah warga yang positif flu telah melampaui rekor musim sebelumnya.
"Hingga pekan yang berakhir pada 3 Januari, lebih dari 128 ribu warga New York telah dinyatakan positif flu pada musim ini," ungkap Komisaris Departemen Kesehatan NYC, Dr. Michelle Morse, seperti dicatat oleh CBS News.
Meskipun ada indikasi penurunan dalam tren kasus, Dr. Morse mengingatkan bahwa risiko tetap tinggi bagi mereka yang belum divaksinasi.
Dia juga menekankan, "Pada musim lalu, 89 persen anak-anak yang meninggal akibat flu ternyata belum mendapatkan vaksinasi."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Lonjakan jumlah pasien flu telah membebani fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Pusat layanan kesehatan CityMD melaporkan, volume pasien meningkat sekitar 30 persen, dengan mayoritas mengalami gejala influenza.
Kondisi ini semakin menambah tantangan bagi tenaga medis yang berjuang memberikan perawatan yang memadai di tengah tekanan tinggi.
Banyak penyedia layanan farmasi juga merasakan dampak signifikan dari musim flu ini.
Ralph Ekstrand, seorang apoteker berpengalaman, menyatakan lonjakan permintaan terhadap obat-obatan dan alat tes flu menjadi perhatian serius.
Di apotek Moby Drugs, Farmingdale, stok alat tes flu mandiri telah habis terjual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: