Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 15:16 WIB

Keberadaan Kepercayaan Santet di Tengah Modernitas di Indonesia

Keberadaan Kepercayaan Santet di Tengah Modernitas di IndonesiaKeberadaan Kepercayaan Santet di Tengah Modernitas di Indonesia

Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan informasi, kepercayaan terhadap santet terus berkembang di masyarakat Indonesia. Hal ini menciptakan sebuah fenomena menarik, mengingat akses informasi yang semakin luas saat ini.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Masyarakat, baik dari kalangan orang tua maupun generasi muda, masih merasakan keterikatan dengan budaya dan tradisi yang melibatkan kepercayaan akan aspek mistis. Artikel ini akan mengungkap alasan di balik tetap relevannya fenomena ini.

Tradisi dan Budaya yang Kuat

Budaya dan tradisi di Indonesia merupakan elemen penting yang membentuk kehidupan sehari-hari. Kepercayaan terhadap santet mewarisi nilai-nilai dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari jaringan budaya yang kompleks.

Masyarakat sering kali mengaitkan santet dengan beragam peristiwa yang dianggap buruk, seperti sakit mendadak tanpa sebab yang jelas. Dalam konteks ini, kepercayaan terhadap santet berkembang menjadi penjelasan yang lebih mudah dipahami bagi mereka yang diwawancarai.

Cerita-cerita yang beredar di berbagai lingkungan sosial turut memperkuat anggapan bahwa santet benar-benar ada dan mampu mempengaruhi hidup seseorang. Sensasi yang timbul dari cerita-cerita ini membuat orang merasa lebih terhubung dengan fenomena mistik.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Pengaruh Lingkungan dan Pendidikan

Lingkungan sosial sangat berpengaruh dalam membentuk pandangan masyarakat mengenai kepercayaan mistis seperti santet. Di daerah yang masih kental dengan tradisi, anggapan ini sering kali dianggap sebagai hal yang lazim.

Sejumlah individu di masyarakat yang kurang berpendidikan mungkin tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang aspek ilmiah dari penyakit atau masalah yang dihadapi. Dalam situasi ini, imajinasi mengenai santet lebih mudah berkembang.

Sebaliknya, di kalangan masyarakat yang lebih terdidik, terdapat pemisahan antara fakta ilmiah dan mitos. Namun, pengaruh budaya tradisional tetap terlihat, khususnya dalam keadaan darurat dimana panik sering mempengaruhi pola pikir.

Media dan Penyebaran Misinformasi

Dalam era digital saat ini, informasi dapat tersebar dengan cepat, baik yang benar maupun yang salah. Beberapa platform media sosial sering kali menarik perhatian publik dengan cerita-cerita mengenai santet.

Cerita-cerita ini seringkali memicu rasa ingin tahu dan ketakutan, sehingga orang lebih cenderung percaya pada fenomena yang disajikan. Ditambah lagi, film dan acara televisi yang mengangkat tema mistis terus menerus turut membentuk dan memperkuat kepercayaan publik.

Ada kasus di mana pembahasan mengenai santet disisipkan dalam program berita, menjadikannya narasi yang lebih kompleks dan sulit untuk dipisahkan dari realitas sehari-hari.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keberadaan Kepercayaan Santet di Tengah Modernitas di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!