Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 11:17 WIB

Insiden Penembakan Mematikan oleh Petugas Imigrasi di Minneapolis Memicu Protes Besar

Insiden Penembakan Mematikan oleh Petugas Imigrasi di Minneapolis Memicu Protes BesarInsiden Penembakan Mematikan oleh Petugas Imigrasi di Minneapolis Memicu Protes Besar

Seorang perempuan bernama Renee Nicole Good tewas setelah ditembak oleh petugas imigrasi di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Rabu (7/1). Insiden ini memicu kemarahan dari pejabat setempat, termasuk Wali Kota Minneapolis dan Gubernur Minnesota.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Presiden Donald Trump justru memberikan pembelaan kepada petugas ICE, menilai tindakan tersebut sebagai usaha bela diri. Peristiwa penembakan terjadi di tengah protes terhadap kebijakan penegakan imigrasi yang kontroversial.

Latar Belakang Insiden Penembakan

Insiden tersebut bermula ketika petugas ICE mendekati sebuah SUV Honda yang terparkir di jalan berlapis salju. Dalam video yang beredar, Renee Nicole Good terlihat berusaha melarikan diri saat petugas mendekat.

Agen ICE melepaskan tiga tembakan setelah kendaraan mulai bergerak menjauh, dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengklaim bahwa Good berusaha menabrak mereka. Tindakan ini langsung memicu kemarahan masyarakat dan pejabat lokal.

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, menganggap tuduhan bahwa Good melawan petugas sebagai 'omong kosong', dan menyerukan agar petugas ICE tidak beroperasi di kotanya. Gubernur Minnesota, Tim Walz, mengumumkan bahwa investigasi menyeluruh akan dilakukan terkait insiden ini.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Reaksi Pejabat dan Publik Terhadap Penembakan

Tindakan petugas ICE mengundang kritik tajam dari Wali Kota Frey yang menekankan perlunya penegakan hukum yang lebih manusiawi. Ia berpendapat bahwa kota Minneapolis tidak ingin menjadi tempat bagi operasi razia imigrasi yang kasar.

Sebaliknya, Presiden Trump membela petugas dengan menyebut Good mengemudikan mobil secara tidak tertib, mengklaim bahwa ia melawan petugas. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menyatakan, 'Perempuan yang mengemudikan mobil itu sangat tidak tertib, menghalangi dan melawan.'

Sebagai bentuk protes, ribuan orang melakukan doa bersama di lokasi kejadian, sementara demonstrasi juga menggema di berbagai lokasi, seperti Manhattan, menuntut pertanggungjawaban terkait penembakan ini.

Konteks Sosial dan Politik Terkait Kebijakan Imigrasi

Peristiwa ini terjadi dalam konteks kebijakan imigrasi pemerintah yang sangat kontroversial, di mana Trump berkomitmen untuk menangkap dan mendeportasi imigran tanpa dokumen. Demonstrasi menolak kebijakan ini terus berlangsung di berbagai daerah di AS.

DHS mengaitkan insiden kekerasan ini dengan demonisasi terhadap petugas imigrasi, menyebutnya sebagai 'konsekuensi langsung' dari serangan terhadap mereka. Penegasan ini menuai kritik dari pejabat lokal yang menekankan pentingnya mempertimbangkan hak asasi manusia dalam penegakan hukum.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai bersuara menentang penegakan hukum yang dianggap keras dan tidak manusiawi. Mereka menyerukan perlunya pendekatan yang lebih berbasis kemanusiaan dalam urusan imigrasi.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Insiden Penembakan Mematikan oleh Petugas Imigrasi di Minneapolis Memicu Protes Besar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!