Manchester United Memecat Ruben Amorim Setelah Kritik Konstruktif Terhadap Manajemen
Pemecatan pelatih Manchester United, Ruben Amorim, dilakukan setelah kritiknya terhadap struktur manajerial klub dalam konferensi pers pascapertandingan melawan Leeds United. Keputusan ini dicapai oleh Sir Jim Ratcliffe, pemilik saham minoritas Manchester United.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Amorim menyampaikan keinginannya untuk memiliki kendali lebih terhadap pengelolaan tim, yang mencakup keputusan transfer, dibandingkan hanya berfokus pada aspek taktik sebagai pelatih kepala.
Setelah pertandingan yang berakhir imbang 1-1, Ruben Amorim menyatakan, 'Saya datang ke Manchester United untuk menjadi manajer, bukan hanya pelatih kepala.' Pernyataan ini mencerminkan kebutuhan untuk perubahan signifikan pada manajemen klub.
Amorim menggarisbawahi pentingnya kontrol dalam pengelolaan klub untuk memudahkan proses keputusan transfer pemain. Ia mencatat bahwa terlalu membatasi pelatih kepala pada aspek taktik akan menghambat perkembangan tim secara keseluruhan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Manchester United resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim setelah lebih dari satu tahun menjabat. Dalam pernyataan resminya, klub menyampaikan, 'Kami menghargai kontribusi Amorim selama masa jabatannya sebagai pelatih.'
Sebagai respons terhadap pemecatan ini, posisi pelatih kepala untuk sementara waktu diisi oleh Darren Fletcher. Keputusan ini diambil untuk mempersiapkan tim menghadapi laga melawan Burnley pada pekan ke-21 Liga Inggris.
Ruben Amorim diangkat menjadi pelatih pada 11 November 2024, menggantikan Erik ten Hag. Di bawah asuhannya, Manchester United sempat mencapai final Liga Europa musim 2024/2025, namun ditaklukkan oleh Tottenham Hotspur.
Meski demikian, prestasi di liga domestik tidak menunjukkan hasil memuaskan. Di akhir musim 2024/2025, tim berada di peringkat ke-15 klasemen dengan 42 poin dari 38 pertandingan, sementara di musim 2025/2026, tim berhasil menempatkan diri di peringkat keenam dengan 31 poin setelah 20 pertandingan.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: