Kategori Berita
Selasa, 06 JANUARI 2026 • 15:10 WIB

Inovasi Teknologi Medis: Rahim Buatan untuk Tingkatkan Keselamatan Bayi Prematur

Inovasi Teknologi Medis: Rahim Buatan untuk Tingkatkan Keselamatan Bayi PrematurInovasi Teknologi Medis: Rahim Buatan untuk Tingkatkan Keselamatan Bayi Prematur

Kelahiran prematur menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam upaya mengatasi masalah ini, para peneliti mengembangkan rahim buatan yang bertujuan untuk meningkatkan peluang bertahan hidup bayi yang lahir terlalu awal.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Rahim buatan ini dirancang untuk meniru kondisi dalam tubuh ibu, mendukung bayi yang lahir antara usia kehamilan 24 hingga 28 minggu, saat risiko komplikasi masih sangat tinggi. Di Indonesia, angka kelahiran prematur mencapai sekitar 675.700 per tahun.

Tantangan Kesehatan pada Bayi Prematur

Bayi yang lahir prematur sering menghadapi risiko kesehatan yang serius, antara lain komplikasi pernapasan dan infeksi. Kurangnya cadangan nutrisi dan sistem tubuh yang belum berkembang penuh meningkatkan risiko malnutrisi dan masalah perkembangan jangka panjang.

Tingkat komplikasi dan mortalitas meningkat seiring dengan semakin awalnya kelahiran bayi. Data menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kelima tertinggi di dunia berdasarkan angka kelahiran prematur, menandakan perlunya penanganan yang lebih inovatif dalam bidang ini.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

AquaWomb: Solusi Teknologi Inovatif

Perangkat rahim buatan yang dikenal dengan nama AquaWomb dikembangkan oleh tim dokter spesialis neonatologi di Rumah Sakit Universitas Radboud Nijmegen, Belanda. AquaWomb berupa kantong tertutup yang diisi cairan ketuban buatan yang dipanaskan, memungkinkan bayi terhubung dengan plasenta buatan untuk memperoleh oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan.

Myrthe van der Ven, salah satu pendiri AquaWomb, menyatakan, "Kami ingin mempertahankan fisiologi janin, sirkulasi janin, kami ingin menjaganya tetap utuh… sehingga janin dapat berkembang beberapa minggu lagi." Penelitian menunjukkan bahwa dengan tambahan empat minggu perkembangan, peluang kelangsungan hidup bayi prematur dapat meningkat secara signifikan.

Prosedur Penggunaan Rahim Buatan

Penggunaan rahim buatan ini mensyaratkan kelahiran melalui operasi caesar. Setelah dilakukan operasi, bayi akan segera dimasukkan ke dalam AquaWomb untuk menghindari paparan langsung udara yang dapat merusak paru-paru.

Willem de Boode, seorang dokter anak-neonatologi, menggarisbawahi pentingnya menghindari timbulnya pernapasan spontan, sehingga bayi tidak mulai bernapas dengan udara, melainkan berada dalam cairan amnion buatan. Bayi kemudian perlu segera dihubungkan ke plasenta buatan untuk memastikan pasokan oksigen dan nutrisi tercukupi.

Penelitian serupa juga dilakukan di negara lain seperti Amerika Serikat dan Kanada, dan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam perawatan neonatal. Menurut laporan WHO pada tahun 2024, sekitar 6.400 bayi baru lahir meninggal setiap hari di seluruh dunia, yang semakin menegaskan pentingnya inovasi dalam bidang kesehatan neonatal.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Inovasi Teknologi Medis: Rahim Buatan untuk Tingkatkan Keselamatan Bayi Prematur

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!