Perdebatan Seputar Mengonsumsi Es Saat Flu: Kebenaran di Balik Mitos
Sejumlah masyarakat masih berpegang pada mitos bahwa minum es saat flu dapat memperburuk kondisi kesehatan. Namun, apakah anggapan tersebut didasari oleh fakta medis yang valid?
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Dalam upaya menjawab pertanyaan ini, artikel ini akan mengulas pandangan medis mengenai dampak minum es ketika seseorang sedang mengalami flu.
Di kalangan masyarakat, ada kepercayaan bahwa minum es dapat menyebabkan hidung tersumbat atau memperburuk gejala flu. Namun, para ahli menegaskan bahwa tidak ada penelitian ilmiah yang kuat untuk mendukung klaim tersebut.
Dokter spesialis THT, Dr. Andi, menyatakan, 'Es tidak langsung mempengaruhi sistem pernapasan kita. Sebaiknya fokus pada hidrasi dan konsumsi cairan hangat untuk membantu meredakan gejala flu.'
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsumsi es bukanlah penyebab utama komplikasi saat flu. Yang lebih penting adalah memperhatikan pilihan jenis minuman dan makanan yang dikonsumsi.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Walaupun minum es sering kali dianggap tidak baik saat flu, terdapat beberapa manfaat dari mendinginkan tubuh. Selama demam, minuman dingin dapat memberikan kenyamanan dan membantu menurunkan suhu tubuh.
Selain itu, terdapat mitos lain yang perlu diluruskan terkait dengan hidrasi. Dokter menjelaskan, 'Cairan dingin tetap membantu menjaga hidrasi. Yang terpenting adalah mengonsumsi cukup cairan, apapun suhunya.'
Oleh karena itu, sesekali menikmati minuman dingin tidaklah menjadi masalah, asal tidak dilakukan secara berlebihan atau dalam keadaan dari kondisi tubuh yang ekstrem.
Meskipun minum es tidak berbahaya, lebih dianjurkan untuk memilih minuman hangat saat flu. Pilihan seperti infus air lemon, jahe, atau teh herbal sangat baik untuk dikonsumsi.
Kandungan vitamin C dari lemon dan sifat anti-inflamasi jahe dapat mempercepat proses penyembuhan. Dr. Budi menambahkan, 'Minuman hangat ini membantu meredakan tenggorokan dan meningkatkan kenyamanan saat flu.'
Akhirnya, menjaga pola makan yang sehat dan seimbang tetap menjadi prioritas untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: