Seruan Perdamaian Maduro di Tengah Krisis dengan AS
Presiden Venezuela Nicolás Maduro baru-baru ini mengungkapkan keinginannya agar perang antara Venezuela dan Amerika Serikat tidak terjadi, hanya beberapa malam sebelum penangkapannya oleh pihak AS.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Dalam pernyataannya yang dirilis oleh The New York Times, Maduro menegaskan, 'Tidak ada perang. Ya, perdamaian.'
Menjelang perayaan Tahun Baru, Maduro berkeliling ibu kota, mengajak masyarakat Amerika memahami posisi Venezuela sebagai negara damai.
Ia menekankan, 'Amerika harus tahu bahwa di sini mereka memiliki teman, sebuah negara yang damai, dan pemerintah yang ramah.'
Dalam upaya memperkuat citranya, Maduro mengadakan demonstrasi dengan menyanyikan lagu-lagu populer, termasuk 'Imagine' dari John Lennon, sambil menari mengikuti irama techno.
Hal ini menciptakan suasana yang kontras di tengah ketegangan politik yang melingkupi negara.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Presiden AS sebelumnya, Donald Trump, berkali-kali menyebut Maduro sebagai pemimpin kartel narkoba.
Pada Sabtu (3/1), jaksa federal AS menuduh Maduro dan istrinya, Cilia Flores, melakukan terorisme narkoba.
Menanggapi tuduhan tersebut, Maduro menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memerangi penyelundupan narkoba dengan menyatakan, 'Pasukan Venezuela telah menembak jatuh 431 pesawat yang menyelundupkan narkoba di wilayahnya.'
Penangkapan Maduro di New York merupakan momen penting dalam hubungan antara Venezuela dan Amerika Serikat, yang telah lama tegang.
Pasukan elite Delta Force dikerahkan untuk melaksanakan penangkapan ini, menambah ketegangan dalam situasi yang sudah kompleks.
Setelah ditangkap, Maduro dibawa ke Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn, yang menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara memasuki fase baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: