Kategori Berita
Jumat, 02 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Alasan Negara Arab Memilih Pasir Impor untuk Konstruksi Meskipun Dikelilingi Gurun

Alasan Negara Arab Memilih Pasir Impor untuk Konstruksi Meskipun Dikelilingi GurunAlasan Negara Arab Memilih Pasir Impor untuk Konstruksi Meskipun Dikelilingi Gurun

Negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) meskipun dikelilingi gurun pasir yang luas, memilih untuk mengimpor pasir untuk memenuhi kebutuhan konstruksi mereka.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Data terbaru menunjukkan bahwa pasokan pasir untuk proyek-proyek konstruksi utama datang dari negara-negara seperti Australia, China, dan Belgia.

Perbandingan Kualitas Pasir untuk Konstruksi

Pasir yang ditemukan di gurun memiliki karakteristik butiran yang halus dan bulat, yang dihasilkan dari proses erosi yang berlangsung selama ribuan tahun.

Namun, untuk pembuatan beton, dibutuhkan pasir dengan butiran yang lebih bersudut, yang biasanya diperoleh dari dasar sungai, danau, dan laut.

Ketidaksesuaian antara pasir gurun dengan standar kebutuhan konstruksi menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara ini, terutama dalam konteks proyek Vision 2030 Arab Saudi yang ambisius.

Proyek-proyek seperti NEOM memerlukan suplai beton dalam jumlah besar yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan pasir lokal.

Australia sebagai Pemasok Pasir Utama

Australia kini dikenal sebagai salah satu eksportir pasir terbesar di dunia, dengan nilai ekspor pasir mencapai US$273 juta pada tahun 2023.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh

Arab Saudi sendiri tercatat mengimpor pasir dari Australia senilai sekitar US$140 ribu di tahun yang sama, meskipun terlihat kecil, angka ini mencerminkan ketergantungan Arab Saudi pada pasir berkualitas tinggi.

Megaproyek seperti NEOM dan The Line menjadi bukti nyata bahwa pasir lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan konstruksi berstandar internasional tersebut.

Menyediakan material konstruksi berkualitas tinggi menjadi tantangan yang signifikan, yang harus dihadapi oleh calon pengembang proyek.

Dampak Lingkungan dan Solusi Alternatif

Situasi yang dialami Arab Saudi juga dirasakan oleh UEA, khususnya di kawasan Dubai dan Abu Dhabi yang menghadapi ketergantungan besar pada pasir impor.

Bahkan pembangunan Burj Khalifa, struktur tertinggi di dunia, tidak memanfaatkan pasir gurun lokal karena ketidaksesuaian kualitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Alasan Negara Arab Memilih Pasir Impor untuk Konstruksi Meskipun Dikelilingi Gurun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!