Prabowo Ajak Diaspora Indonesia Bantu Korban Bencana di Sumatera
Presiden Prabowo Subianto mengajak diaspora Indonesia di luar negeri untuk berkontribusi dalam bantuan bagi korban bencana di Sumatera. Penegasan ini disampaikan saat rapat koordinasi di Aceh Tamiang.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Prabowo menekankan pentingnya mekanisme yang jelas dalam penyaluran bantuan agar dapat diterima oleh pihak yang membutuhkan, mencerminkan keterbukaan pemerintah terhadap dukungan yang disalurkan dengan niat baik.
Pada 1 Januari 2026, Prabowo mengadakan rapat koordinasi di Aceh Tamiang, di mana ia menerima laporan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. 'Saya sudah dilaporkan Pak Gubernur, dan nanti saya akan bicarakan dengan pejabat lain, bagaimana mekanisme kalau ada pihak yang tulus dan ikhlas mau membantu,' ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa waktu dan cara penyaluran bantuan harus jelas agar tidak menimbulkan kebingungan. 'Kita sebagai manusia, masa menolak bantuan, asal jelas,' tambah Prabowo, menegaskan bahwa pemerintah terbuka untuk menerima dukungan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Prabowo mempersilakan diaspora yang ingin membantu korban bencana untuk mengajukan bantuan melalui surat. 'Bikin surat, saya ingin sumbang ini, dilaporkan ke pemerintah pusat, kita akan salurkan,' terangnya.
Ia menegaskan bahwa semua bantuan akan disalurkan pemerintah kepada korban bencana. 'Jadi, misalkan ada diaspora Aceh yang merasa terpanggil membantu di Aceh, monggo, silakan. Nanti kita salurkan,' imbuhnya.
Pemerintah daerah juga dianjurkan untuk membuka rekening khusus bagi sumbangan bantuan. 'Mekanisme kita serahkan, mungkin nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, atau Sumatera Utara membuka rekening dana bantuan pascabencana,' ungkapnya.
Prabowo menegaskan pentingnya niat tulus bagi para pemberi bantuan. 'Orang atau pihak yang memberikan bantuan harus ikhlas dan tidak memiliki embel-embel atau syarat di kemudian hari,' jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keikhlasan dengan merujuk pada pengalaman masa lalu di mana bantuan tidak selalu berjalan mulus. 'Karena kita pernah mengalami dibantu, tapi ada juga yang menagih,' tuturnya, menekankan perlunya keikhlasan dalam setiap bantuan yang diberikan.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: