Kategori Berita
Senin, 29 DESEMBER 2025 • 19:16 WIB

Dampak Banjir dan Longsor di Sukabumi: Jembatan Hanyut dan Kampung Terisolasi

Dampak Banjir dan Longsor di Sukabumi: Jembatan Hanyut dan Kampung TerisolasiDampak Banjir dan Longsor di Sukabumi: Jembatan Hanyut dan Kampung Terisolasi

Hujan deras yang mengguyur Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada akhir pekan lalu, menyebabkan bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah. Peristiwa ini telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan akses transportasi terputus, mengisolasi beberapa kampung dan merusak rumah warga.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Kampung Karikil di Desa Bojongsari adalah salah satu wilayah yang paling parah terdampak, dengan jembatan yang hanyut dan rumah-rumah penduduk yang tertimbun longsor. Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kerusakan mencakup puluhan rumah serta akses penting ke beberapa daerah terputus.

Kondisi Terkini di Kecamatan Nyalindung

Kampung Karikil di Desa Bojongsari mengalami bencana banjir bandang yang mengakibatkan jembatan terhanyut dan mengisolasi daerah tersebut. Ebol, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi berdampak pada hampir seluruh desa di Kecamatan Nyalindung.

Menurut Ebol, 'Di wilayah Kecamatan Nyalindung tepatnya di Kampung Karikil ada jembatan yang terbawa banjir bandang sehingga satu kampung terisolasi.' Hal ini mengakibatkan akses keluar-masuk menjadi terputus dan menyebabkan kondisi darurat bagi penduduk setempat.

Bencana ini juga memicu longsor yang membuat sejumlah rumah terimbun material tanah. Warga yang terdampak telah dievakuasi ke Majelis Taklim Al-Istiqomah untuk menjaga keselamatan mereka.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Kerusakan di Kota Sukabumi

Di Kota Sukabumi, BPBD mencatat sedikitnya 13 rumah mengalami kerusakan akibat banjir. Kerusakan mencakup atap ambruk, plafon roboh, dan tembok jebol, terutama di wilayah Kecamatan Lembursitu dan Cikole.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Joseph Sabaruddin, mengungkapkan bahwa 'Dari hasil pendataan sementara, total ada 13 unit rumah yang terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan.' Ini menunjukkan dampak signifikan bencana terhadap infrastruktur rumah tangga di area tersebut.

Di Kecamatan Lembursitu, banjir limpasan juga terjadi di Jalan Kapitan RT 01/RW 03, dengan dua unit rumah terkena dampak. Meskipun air surut pada Minggu malam, kerusakan yang ditinggalkan tetap mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga.

Penanganan dan Pemulihan Infrastruktur

Akses jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten terhambat longsor, menutup badan jalan dengan material tanah dan lumpur. Ahmad, petugas P2BK, menyatakan bahwa pembersihan saat ini dilakukan secara manual oleh petugas gabungan dan warga setempat.

Camat Nyalindung, Antono, menegaskan bahwa tertutupnya akses jalan ini berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. 'Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antarwilayah, dengan tertutupnya akses, aktivitas ekonomi warga turut terganggu,' jelas Antono.

Jembatan Cidage yang menghubungkan Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja juga mengalami kerusakan parah, menghentikan total akses transportasi di kedua desa tersebut. Hingga saat ini, petugas masih berjaga di lokasi menunggu alat berat untuk membersihkan longsoran dan memulihkan akses jalan.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak Banjir dan Longsor di Sukabumi: Jembatan Hanyut dan Kampung Terisolasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!