Aura Kasih Membahas Peran Pelakor dan Kehidupan Pribadinya
Aura Kasih baru-baru ini menarik perhatian publik setelah episode podcastnya bersama Deddy Corbuzier menjadi viral di media sosial.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pandangannya mengenai fenomena pelakor serta mengungkapkan kehidupannya pasca perceraian.
Dalam perbincangannya, Aura Kasih menjelaskan perbedaan antara dua tipe pelakor. Tipe pertama, menurutnya, adalah mereka yang mendekati pria beristri dengan tujuan materialistik.
Sementara tipe kedua adalah mereka yang terlibat dengan perasaan dan memiliki cinta yang tulus terhadap pria tersebut.
Dia menekankan, "Kalau intensinya cuma duit, ya, menurut aku salah. Kalau mau ngomongin perasaan, kita gak bisa stop itu," yang menunjukkan kompleksitas emosi manusia dan hubungan antar individu.
Aura menyatakan bahwa ia tidak menyalahkan pelakor yang terjebak dalam perasaan, mengingat emosi adalah bagian intrinsik dari kehidupan manusia.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Aura juga membahas kehidupannya sebagai janda, menyatakan bahwa ia masih merindukan kehadiran pria dalam hidupnya. Ia berujar, "Butuh cowok tuh buat ngobrol, touching juga ya," menyoroti pentingnya dukungan emosional.
Dalam penjelasannya, Aura mengungkapkan bahwa pelukan dapat menjadi cara untuk melepaskan stres saat menghadapi masa-masa sulit.
Meskipun kini ia menjalani hidup sendirian, Aura tegas menyatakan bahwa ia berusaha untuk tidak terpengaruh oleh komentar netizen yang menilai kehidupan pribadinya.
Di tengah isu perceraian antara Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Aura Kasih juga terseret dalam tuduhan sebagai pelakor. Dalam situasi ini, kuasa hukumnya, Yanti Nurdin, memberikan klarifikasi.
Yanti membantah semua tuduhan yang mengaitkan Aura dengan hubungan gelap tersebut, ia menyatakan, "Itu semua enggak benar. Kami sedang kumpulkan semua berita-berita yang enggak benar," menegaskan posisi kliennya.
Meskipun tuduhan tersebut, pernyataan Aura di podcast kembali menimbulkan berbagai respons di kalangan netizen, yang mempertanyakan fenomena pelakor lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: