Efek dan Risiko Berolahraga Saat Perut Kosong
Pertanyaan mengenai keamanan berolahraga saat perut kosong menjadi perhatian banyak orang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik tanpa asupan makanan sebelumnya dapat memiliki efek signifikan pada tubuh.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Memahami dampak dari olahraga dalam keadaan perut kosong krusial, terutama bagi individu yang ingin mengoptimalkan hasil dari rutinitas kebugaran mereka.
Olahraga dalam keadaan perut kosong, yang dikenal dengan istilah fasted training, dapat meningkatkan pembakaran lemak. Ketika tubuh tidak menerima glukosa dari makanan, lemak berfungsi sebagai sumber energi utama.
Sebuah studi dari Journal of Physiology menemukan bahwa individu yang berolahraga saat perut kosong mengalami peningkatan oksidasi lemak. Ini menunjukkan efisiensi tubuh dalam menggunakan lemak sebagai bahan bakar.
Selain itu, olahraga saat perut kosong dianggap dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Sensitivitas insulin yang baik penting dalam mengatur kadar gula darah dan metabolisme tubuh.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Meskipun ada dampak positif, berolahraga tanpa asupan makanan juga memiliki risiko. Banyak orang mengalami penurunan energi atau energy depletion, merasa lebih lelah dan kurang bertenaga saat berolahraga di pagi hari tanpa sarapan.
Dalam keadaan perut kosong, risiko hipoglikemia meningkat. Gejala hipoglikemia, seperti pusing, berkeringat, dan gemetar, dapat berbahaya saat berolahraga.
Seorang ahli gizi menegaskan bahwa, 'Berolahraga saat perut kosong tidak selalu ideal, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan tertentu atau yang sedang menjalani program pelatihan intens.'
Bagi sebagian orang, mengonsumsi sedikit makanan ringan sebelum berolahraga mungkin lebih bermanfaat. Buah atau yogurt dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menyediakan energi dengan berat yang tidak berlebihan di perut.
Atlet dan individu yang terlibat dalam latihan intensif disarankan untuk tidak berolahraga dalam keadaan perut kosong. Mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dan protein setelah berolahraga juga sangat penting untuk pemulihan otot.
Seorang pelatih kebugaran menyatakan, 'Kunci keberhasilan program latihan adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara nutrisi dan aktivitas. Perhatikan bagaimana tubuhmu merespons sebelum mengubah rutinitas olahraga.'
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: