Israel Resmi Akui Somaliland, Menggugah Reaksi AS dan Dunia Internasional
Israel telah menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai entitas berdaulat. Pengakuan ini disertai dengan penandatanganan perjanjian untuk memperkuat hubungan diplomatik antara kedua pihak.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Somaliland, yang memproklamirkan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991, tak kunjung mendapat pengakuan dari negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga saat ini.
Somaliland terletak di bagian barat laut wilayah yang dulunya merupakan Protektorat Inggris. Meskipun tidak diakui secara internasional, Somaliland menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan Somalia yang tengah dilanda konflik.
Deklarasi kemerdekaan Somaliland terjadi dalam konteks perang saudara yang brutal, di mana pemerintahan mantan Presiden Somalia, Siad Barre, menerapkan kebijakan yang merugikan wilayah utara.
Seiring waktu, Somaliland telah mengembangkan identitas politik yang kuat, lengkap dengan mata uang, bendera, dan badan legislatif sendiri. Hal ini mencerminkan aspirasi warganya untuk diakui sebagai negara yang merdeka.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa Israel menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat. Dalam keterangan resminya, Netanyahu menyatakan, "Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat."
Netanyahu menyoroti bahwa pengakuan ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham, yang mengutamakan hubungan antara Israel dan negara-negara Arab.
Dalam konversasi telepon dengan Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, Netanyahu mengungkapkan keyakinan bahwa hubungan ini akan membuka peluang untuk kerjasama ekonomi dan kemitraan yang lebih erat.
Sementara Israel melangkah maju dengan pengakuan tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengambil posisi berbeda. Trump menegaskan, "Tidak," saat ditanya oleh New York Post mengenai kemungkinan pengakuan kedaulatan Somaliland.
Di saat yang sama, Trump mengekspresikan ketidakpahamannya tentang Somaliland dengan pertanyaan, "Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?" Hal ini mengindikasikan kebingungan di tingkat internasional mengenai status dan pengakuan Somaliland.
Respon yang berbeda ini menunjukkan kompleksitas dalam pengaturan hubungan diplomatik di kawasan, serta tantangan bagi negara-negara internasional dalam menentukan sikap mereka terhadap Somaliland.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: