Pemerintah Selesaikan Pembangunan Enam Jembatan di Aceh untuk Tingkatkan Akses Transportasi
Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan pembangunan enam jembatan bailey di Provinsi Aceh setelah terjadinya bencana banjir dan longsor. Proyek ini diharapkan dapat memperbaiki aksesibilitas transportasi di daerah yang terkena dampak.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Berdasarkan laporan dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, enam jembatan tersebut telah rampung sepenuhnya pada tanggal 27 Desember 2024, sementara dua belas jembatan lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Enam jembatan yang telah dibangun sepenuhnya meliputi lima titik di Kabupaten Bireuen dan satu titik di Kabupaten Bener Meriah. Di Kabupaten Bireuen, jembatan-jembatan tersebut adalah Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan ruas jalan Bireuen-Bener Meriah-Takengon, serta Jembatan Teupin Reudeup yang menghubungkan ruas jalan Bireuen-Lhokseumawe.
Selain itu, terdapat Jembatan Jeumpa/Cot Bada yang menghubungkan ruas jalan Peudada ke Bireuen, Jembatan Matang Bangka yang menghubungkan jalan Gampong Matang Bangka dengan Matang Teungoh, dan Jembatan Kutablang yang sudah mencapai progres 98 persen dan menghubungkan ruas jalan Bireuen-Lhokseumawe.
Di Kabupaten Bener Meriah, Jembatan Weh Pase telah rampung dan menghubungkan ruas jalan Aceh Utara-Bener Meriah. Pembangunan jembatan-jembatan ini merupakan langkah penting untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Pemerintah saat ini juga sedang mengerjakan dua belas jembatan bailey lainnya guna meningkatkan akses darat di kawasan yang terdampak. Jembatan-jembatan ini terdiri dari Jembatan Beutong Ateuh (Nagan Raya), Panton Nisam (Aceh Utara), dan Jeurata (Aceh Tengah).
Selain itu, terdapat beberapa jembatan di Bener Meriah seperti Wehni Rongka, Timang Gajah, serta Box Culvert Lampahan. Semua proyek ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat setempat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan bahwa mempercepat pembukaan akses darat sangat penting untuk memastikan distribusi bantuan yang lancar.
Dengan diselesaikannya jembatan-jembatan ini, diharapkan proses distribusi barang, alat berat, dan logistik akan berjalan lebih lancar. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa aksesibilitas adalah kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat.
"Diharapkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar, sehingga proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan," ujar Abdul Muhari.
Pembukaan akses transportasi di penghujung tahun ini merupakan langkah krusial untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, sehingga dampak positifnya diharapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak bencana.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: