Kategori Berita
Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 17:24 WIB

Fenomena Ilmiah di Balik Persepsi Cepatnya Waktu Berlalu

Fenomena Ilmiah di Balik Persepsi Cepatnya Waktu BerlaluFenomena Ilmiah di Balik Persepsi Cepatnya Waktu Berlalu

Banyak individu mengeluhkan betapa cepatnya waktu berlalu, terutama saat memasuki fase dewasa. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa berbagai faktor memengaruhi persepsi tersebut secara signifikan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Rutinitas dan Pengalaman Baru

Rutinitas sehari-hari berkontribusi besar terhadap pengalaman waktu yang cepat berlalu. Ketika kita terjebak dalam kegiatan yang sama, otak kurang merekam detail, sehingga waktu terasa lebih singkat.

Sebaliknya, pengalaman baru dan pembelajaran dapat memperlambat persepsi waktu. Penelitian menunjukkan bahwa setiap pengalaman baru memberikan lebih banyak 'tanda waktu' yang diingat dalam memori.

Perubahan besar dalam kehidupan, seperti menjadi dewasa atau menjadi orang tua, juga berkontribusi terhadap persepsi waktu. Banyak orang merasa seolah waktu bergerak lebih cepat ketika terjebak dalam tanggung jawab.

Pengaruh Psikologi terhadap Persepsi Waktu

Psikologi memainkan peranan penting dalam bagaimana individu memandang berlalunya waktu. Dalam keadaan bahagia, waktu seolah berlalu lebih cepat, sementara dalam keadaan cemas, waktu terasa lebih lambat.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dr. Philippe Goldin, seorang profesor psikologi, berpendapat bahwa 'Kondisi emosional kita mempengaruhi pengukuran waktu internal.' Hal ini menunjukkan bahwa perasaan pada momen tertentu memengaruhi cara pandang terhadap waktu.

Seiring bertambahnya usia, jika pengalaman baru berkurang, waktu akan terasa lebih cepat. 'Ketika kita masih muda, setiap pengalaman terasa baru, dan itu membuat waktu terasa lebih melambat,' ujar Dr. Goldin.

Dampak Teknologi dalam Persepsi Waktu

Di era digital, teknologi berperan besar dalam cara kita memersepsi waktu. Media sosial dan akses informasi yang cepat mengalihkan perhatian dan membuat waktu terasa lebih cepat.

Notifikasi dan aplikasi yang terus muncul sering kali mengganggu aktivitas, sehingga momen-momen berharga sering terlewatkan. Hal ini berkontribusi pada hilangnya kenangan yang seharusnya dapat diabadikan.

Kondisi masyarakat modern yang berkejaran dengan deadline dan tuntutan pekerjaan juga turut memengaruhi persepsi waktu. Ketika fokus pada produktivitas, terdapat kemungkinan untuk melewatkan keindahan momen kecil dalam hidup.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Ilmiah di Balik Persepsi Cepatnya Waktu Berlalu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!