Persepsi Makanan dalam Era Media Sosial: Dari Visual hingga Ulasan Konsumen
Media sosial kini memengaruhi cara kita menilai makanan, mengubah fokus dari rasa menjadi visual dan reputasi di platform digital. Konsekuensinya, cara makanan diprezentasikan di media sosial berperan penting dalam keputusan konsumen.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Berdasarkan survei, 70% orang lebih cenderung tertarik mencoba restoran baru setelah melihat foto menarik di media sosial. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh visual dalam dunia kuliner saat ini.
Salah satu dampak terbesar media sosial dalam dunia kuliner adalah fokus pada presentasi makanan. Di Instagram, penggunaan filter dan komposisi foto membuat makanan terlihat lebih menggugah selera.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Food Marketing Institute, sekitar 70% orang lebih tertarik mencoba restoran baru karena melihat foto makanan yang menarik di media sosial.
Makanan yang diabadikan dengan baik cenderung mendapatkan lebih banyak 'likes' dan komentar, yang pada gilirannya mempengaruhi popularitas dan reputasi tempat makan tersebut.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Ulasan di platform seperti Yelp atau Google Reviews kini menjadi acuan penting bagi konsumen ketika memilih tempat makan. Banyak orang yang lebih percaya pada pendapat orang lain dibandingkan dengan iklan yang disiarkan oleh restoran.
Sebagai contoh, jika sebuah restoran mendapatkan ulasan negatif, meskipun lokasinya strategis atau tampak menarik, banyak konsumen yang akan berpikir dua kali sebelum mengunjunginya.
Hal ini menciptakan tekanan bagi pemilik restoran untuk selalu menjaga kualitas makanan dan pelayanan agar tetap memenuhi ekspektasi pelanggan yang datang dengan harapan tinggi.
Media sosial juga memperkenalkan kultur 'kepuasan instan' yang berpengaruh pada keinginan konsumen untuk mendapatkan makanan dengan cepat dan efisien. Ini bisa dilihat dari meningkatnya layanan pesan antar yang Instagrammable.
Makanan yang disajikan cepat dan menarik secara visual sering kali mendapatkan perhatian lebih, terutama anak muda yang aktif di media sosial.
Ini mendorong restoran untuk berinovasi dan menciptakan menu yang tidak hanya lezat, tetapi juga 'instagrammable', yang membuat pengalaman makan lebih dari sekadar kenyang.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: