Kategori Berita
Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 15:06 WIB

Tantangan Akses Kesehatan di Enam Desa Terisolasi Aceh Pascabencana

Tantangan Akses Kesehatan di Enam Desa Terisolasi Aceh PascabencanaTantangan Akses Kesehatan di Enam Desa Terisolasi Aceh Pascabencana

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa enam desa di Aceh masih terisolasi setelah terjadi bencana alam. Akses ke wilayah tersebut mengalami pemutusan total, sehingga sangat menyulitkan upaya pemerintah dalam menjangkau masyarakat setempat.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dalam pernyataannya melalui konferensi video pada Selasa (24/12/2025), Menkes menegaskan bahwa revitalisasi layanan kesehatan menjadi fokus utama pemerintah, dengan penekanan pada desa-desa yang terdampak parah.

Revitalisasi Layanan Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa revitalisasi layanan kesehatan dimulai dari rumah sakit yang paling parah terdampak bencana. 'Layanan kesehatan kita mulai dari rumah sakit duluan. Itu yang paling berat. Tapi alhamdulillah dalam dua minggu sudah mulai berjalan,' ujarnya.

Setelah rumah sakit, perhatian akan dialihkan ke layanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Menurut Menkes, lebih dari 300 titik layanan telah diaktifkan di seluruh kecamatan untuk memastikan akses bagi masyarakat.

'Ini kita harapkan sekitar 2,5 minggu lagi selesai. Mereka semua beroperasi, meskipun tidak 100 persen,' ungkap Menkes, menekankan betapa pentingnya layanan kesehatan meski dalam kondisi terbatas.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Identifikasi Desa Terisolasi

Fokus saat ini adalah terhadap enam desa yang belum mendapatkan akses sama sekali. 'Ada enam desa terisolasi. Orang jalannya saja susah. Aksesnya belum ada sama sekali. Makanannya pun masih harus di-drop,' jelas Menkes.

Desa-desa tersebut antara lain Serule, Alupayung, Jambur Konya, Kelitu, Sintep, dan Gegara. Keseluruhan wilayah ini belum dapat dilalui kendaraan, sehingga ketergantungan terhadap distribusi logistik dari udara dan jalur darurat sangat tinggi.

Menkes juga menggarisbawahi bahwa tim relawan kesehatan perlu segera diterjunkan ke desa-desa terisolasi, seraya mengingatkan, 'Saya minta ini nggak boleh relawan yang cengeng-cengeng. Harus yang kuat, berani, tahan banting.'

Peran Tim Relawan Kesehatan

Tim relawan yang akan diterjunkan diharapkan dapat tinggal minimal dua minggu di lokasi, melaksanakan berbagai tugas penting. Menurut Menkes, mereka akan dilengkapi dengan perlengkapan yang diperlukan untuk bertahan dan memberikan layanan kesehatan.

'Mereka harus hidup mandiri. Kita bekali tenda, genset, starlink, makanan, BBM, obat-obatan, dan logistik selama dua minggu,' kata Menkes, menekankan pentingnya kemandirian tim relawan.

Lebih lanjut, Menkes menekankan bahwa peran relawan tidak hanya terbatas pada layanan pengobatan, tetapi juga harus aktif dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat. 'Kerjanya bukan cuma ngobatin atau nunggu pasien. Tapi harus punya inisiatif,' katanya.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tantangan Akses Kesehatan di Enam Desa Terisolasi Aceh Pascabencana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!