Penemuan Punden Berundak di Cibalay: Bukti Awal Arsitektur Candi Prasejarah
Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat baru-baru ini mengumumkan penemuan signifikan berupa punden berundak di Situs Cibalay, Bogor. Temuan ini memiliki tinggi sekitar 20 meter dan terdiri dari tujuh hingga sepuluh teras, dianggap sebagai cikal bakal arsitektur candi di Indonesia.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Kepala Balai Pelestari Kebudayaan, Retno Raswaty, menyatakan bahwa kegiatan ini krusial dalam perlindungan cagar budaya. Punden ini mencerminkan adanya praktik ritual yang kaya dari masyarakat prasejarah di kawasan tersebut.
Tim delineasi, yang dipimpin oleh Lia Nuri Rahmawati, menemukan struktur punden berundak ini menjelang akhir kegiatan. "Temuan ini menjadi kejutan besar bagi tim, terutama karena ditemukan menjelang akhir kegiatan," ujarnya.
Punden berundak tersebut menunjukkan adanya modifikasi kontur alam yang jelas, mencerminkan praktik ritual masyarakat prasejarah di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selama proses inventarisasi, tim menemukan 38 titik potensi cagar budaya, dengan 33 di antaranya merupakan penemuan baru.
Situs Cibalay menjadi semakin penting karena dikenal sebagai kawasan pemujaan leluhur yang merepresentasikan tradisi budaya megalitik yang kaya di Nusantara.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, Retno Raswaty, menggarisbawahi peran penting dari kegiatan delineasi. "Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam perlindungan cagar budaya," ujarnya, menekankan bahwa kawasan Cibalay ada dalam rencana pengembangan geopark Kabupaten Bogor.
Retno juga menjelaskan bahwa delineasi diperlukan untuk memperjelas batas budaya dan menentukan zona perlindungan. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang mengatur pemanfaatan situs.
Sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk keberhasilan kegiatan ini, yang melibatkan Kementerian Kebudayaan RI, Kementerian Kehutanan, akademisi, dan masyarakat setempat.
Punden berundak ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang sejarah arsitektur Indonesia, tetapi juga membuka peluang penelitian lanjutan di bidang kebudayaan. Punden berundak dipandang sebagai bentuk arsitektur sakral tertua di Indonesia.
Para ahli meyakini bahwa struktur ini berkaitan dengan perkembangan arsitektur candi pada periode Hindu-Buddha di Indonesia. Temuan ini menunjang pemahaman kita tentang evolusi arsitektur religius dari masa prasejarah.
Hasil akhir dari kegiatan delineasi ini adalah peta rekomendasi batas kawasan budaya yang akan menjadi referensi penting bagi pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak dalam pelestarian dan pengelolaan kawasan budaya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: