Kategori Berita
Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 10:58 WIB

Pengembangan Jembatan Antara Melaka dan Riau: Rencana Ambisius atau Tantangan Realistis?

Pengembangan Jembatan Antara Melaka dan Riau: Rencana Ambisius atau Tantangan Realistis?Pengembangan Jembatan Antara Melaka dan Riau: Rencana Ambisius atau Tantangan Realistis?

Pemerintah Melaka, Malaysia, baru saja meluncurkan rencana ambisius untuk membangun jembatan panjang lebih dari 47 kilometer yang akan menghubungkan wilayahnya dengan Provinsi Riau, Indonesia.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Proyek ini dimulai dengan studi kelayakan yang mendalami berbagai aspek dan menggunakan dana sebesar RM500.000, setara dengan sekitar Rp 2 miliar.

Detail Proyek Jembatan

Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh, menjelaskan bahwa jembatan ini bertujuan menghubungkan Pantai Pengkalan Balak di Masjid Tanah dengan kawasan di Indonesia.

Rauf mengungkapkan harapannya bahwa proyek ini dapat membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, termasuk membuka peluang untuk konversi lahan seluas 5.000 hektar menjadi kawasan industri baru.

Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya akan mempermudah akses transportasi, tetapi juga memperkuat hubungan dagang antara kedua negara.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Tanggapan Terhadap Rencana

Namun, Dr. Yadzil Yaakub, seorang pemimpin oposisi Melaka, mengemukakan beberapa pertanyaan terkait tujuan dan kelayakan dari proyek ini.

Ia menyatakan bahwa proyek ini dinilai tidak realistis, dengan merujuk pada kondisi keuangan pemerintah daerah yang terbatasi dan terbebani utang.

"Pemerintah daerah hanya memiliki pendapatan tahunan yang terbatas, sehingga memunculkan kekhawatiran atas kemampuan untuk mendanai proyek besar ini," tambahnya.

Kekhawatiran Lingkungan dan Ekonomi

Dr. Yadzil juga mencatat bahwa wilayah di Indonesia yang akan terhubung bukanlah pusat ekonomi utama, sehingga potensi keuntungan bagi Melaka mungkin sangat rendah.

Ia menyampaikan keprihatinan mengenai dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan dari proyek jembatan ini, mengingat sejarah pemerintah Melaka dalam menangani proyek-proyek yang gagal.

Dengan pertimbangan tersebut, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa aspek keberlanjutan dan ekonomi ditelaah secara mendalam sebelum melangkah lebih lanjut.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pengembangan Jembatan Antara Melaka dan Riau: Rencana Ambisius atau Tantangan Realistis?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!