Kapal Perang Baru AS: Trump Class Sebagai Jawaban untuk Tantangan Global
Amerika Serikat (AS) mengumumkan produksi kapal perang terbaru bernama Trump Class, yang direncanakan memiliki bobot antara 30.000 hingga 40.000 ton.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Kapal ini disebut sebagai 'salah satu kapal perang permukaan paling mematikan' dan dirancang untuk menjadi penangkal agresi di lautan internasional.
Kapal Trump Class memiliki bobot lebih dari 35.000 ton, menawarkan stabilitas dan muatan yang lebih besar dibandingkan kapal perusak kelas Arleigh Burke.
Kapal ini dilengkapi dengan 12+ tabung misil Conventional Prompt Strike (CPS) yang memungkinkan jangkauan serangan global yang sangat cepat.
Kemampuan persenjataan kapal ini di atas 128 unit, termasuk Tomahawk, SM-6, dan SLCM-N dengan persenjataan nuklir.
Dengan tambahan 32 megajoule (MJ) railgun battery, kapal ini memiliki kemampuan tembakan permukaan jarak jauh yang sangat canggih.
Kapal Trump Class dapat beroperasi secara independen dan juga mampu bergabung dengan Carrier Strike Group atau memimpin Surface Action Group, tergantung pada misi.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Angkatan Laut AS menekankan peran vital kapal ini dalam mengeksekusi Konsep Pertempuran Angkatan Laut, ditambah kemampuannya untuk memberikan komando ke platform berawak dan tak berawak.
Desain dan spesifikasi teknis kapal ini mencerminkan kemajuan signifikan dalam arsitektur militer untuk menghadapi berbagai ancaman strategis global.
Dengan fleksibilitas dalam strategi tempur, kapal ini diharapkan dapat melindungi kepentingan nasional AS dengan efektif.
Pengumuman kapal perang ini menarik perhatian pengamat militer di seluruh dunia, khususnya terkait dengan respons AS terhadap pengaruh China.
Trump menyatakan, 'Kapal ini akan menjadi penangkal bagi semua pihak, bukan hanya China,' menegaskan tujuan defensif dan strategis kapal ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: