TNI Menegaskan Kualitas Bantuan Logistik di Tengah Isu Publik
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan bahwa tuduhan terkait pengiriman kotak logistik kosong untuk korban bencana adalah informasi yang tidak benar.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Pernyataan ini disampaikan oleh Letkol CBA Supriyanto, Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan 5 ARY, dalam siaran pers resmi yang berlangsung di Jakarta.
Dalam penyampaian pernyataannya, Letkol CBA Supriyanto merinci bahwa setiap helibox yang diterjunkan telah melalui proses inspeksi mendetail sebelum dikirim. Proses tersebut melibatkan anggota terlatih dan disaksikan oleh perwira, untuk memastikan tidak ada helibox kosong yang dijatuhkan.
Helibox mempunyai dimensi tinggi sekitar 73 sentimeter, dengan muatan logistik di dalamnya berada pada tinggi kisaran 30 sentimeter. Keadaan ini menciptakan rongga di bagian atas sekitar 35–37 sentimeter, yang dapat menimbulkan kesan bahwa helibox tersebut kosong.
Supriyanto menekankan bahwa logistik di dalam helibox telah diikat dan terpatri dengan sangat baik. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk logistik tersebut terjatuh atau tidak ada isinya saat diterjunkan.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
TNI menerapkan batas maksimal berat untuk setiap helibox sebesar 5 kilogram. Apabila helibox diisi hingga maksimal, beratnya bisa mencapai 9 kilogram, yang berpotensi memberikan risiko kerusakan saat penerjunan.
Oleh karena itu, kebijakan pengisian muatan diatur agar tidak memenuhi ruang secara penuh. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kualitas serta keutuhan dari bantuan yang dikirimkan.
Supriyanto menjelaskan bahwa kebijakan pengisian ini sering kali menimbulkan salah pengertian di kalangan masyarakat mengenai isi helibox tersebut.
Pihak TNI berharap bahwa penjelasan yang diberikan akan meluruskan informasi yang keliru dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai proses pengiriman bantuan. Setiap bantuan yang dijatuhkan melalui udara dilakukan dengan prosedur yang ketat dan berlapis.
Supriyanto juga mengingatkan agar masyarakat tidak cepat mempercayai berita yang tidak jelas sumbernya, untuk mencegah kesalahpahaman yang lebih lanjut.
“Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,” kata Supriyanto.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: