Michaela Benthaus: Tonggak Sejarah Penerbangan Ruang Angkasa Bagi Penyandang Disabilitas
Michaela 'Michi' Benthaus, seorang insinyur penyandang disabilitas, telah menciptakan sejarah baru sebagai pengguna kursi roda pertama yang mencapai luar angkasa pada misi Blue Origin pada tanggal 20 Desember.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Pencapaian ini menyiratkan harapan dan peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam eksplorasi luar angkasa, membuka kemungkinan baru di bidang tersebut.
Penerbangan Michi Benthaus menjadi tonggak sejarah yang penting dalam misi luar angkasa. Sebelumnya, terdapat beberapa upaya yang mengalami penundaan, termasuk rencana penerbangan astronaut ESA, John McFall, yang hingga kini belum mendapat jadwal yang jelas.
Michi, yang mengalami cedera tulang belakang sejak 2018, mulai merasa tertarik terhadap luar angkasa dan terlibat dalam program AstroAccess pada tahun 2022. Program ini berfokus pada inklusi penyandang disabilitas dalam eksplorasi luar angkasa dengan melaksanakan berbagai misi mikrogravitasi.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Partisipasi Michi dalam penerbangan luar angkasa ini menunjukkan langkah konstruktif menuju aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Ia menjadi representasi bahwa ruang angkasa dapat diakses oleh siapa pun, tanpa memandang kondisi fisiknya.
Anna Voelker, Pendiri Bersama AstroAccess, menyatakan kebanggaan atas pencapaian Michi, menegaskan bahwa misi ini merupakan terobosan untuk aksesibilitas di luar angkasa dan di Bumi. Phil Joyce, Wakil Presiden Senior New Shepard, juga menekankan pentingnya melibatkan individu beragam dalam eksplorasi luar angkasa.
Keberhasilan penerbangan Michi juga dicapai berkat desain inovatif pada pesawat New Shepard yang mendukung inklusi. Wahana ini memiliki akses lift di menara peluncuran, yang memungkinkan lebih banyak orang, termasuk penyandang disabilitas, untuk terlibat dalam penerbangan.
Sejak peluncurannya, New Shepard telah menyelesaikan 37 penerbangan, dengan 17 dari jumlah tersebut berawak. Dari total penumpangnya, 92 orang telah terbang, mencakup individu dengan berbagai keterbatasan fisik, menunjukkan kemajuan desain misi luar angkasa yang inklusif.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: