Kebutuhan Mendesak untuk Membuka Kembali TPA Cipeucang di Tangerang Selatan
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, telah mendesak Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, untuk segera membuka kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Permintaan ini muncul di tengah meningkatnya masalah sampah yang terjadi di wilayah tersebut, dengan tumpukan sampah yang terlihat di berbagai sudut kota.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada 22 Desember 2025, Menteri Hanif menekankan perlunya penanganan sampah yang lebih efektif, dengan mengatakan, "Kami minta penanganan sampah di Kota kembali dilakukan di Cipeucang sambil penataan dilakukan." Hal ini menunjukkan betapa seriusnya kondisi sampah yang ada dan perlunya tindakan segera.
TPA Cipeucang saat ini hanya mampu menampung maksimal 400 ton sampah per hari, sementara Kota Tangerang Selatan menghasilkan kira-kira 1.100 ton per hari. "Sehingga ada sisi hampir 600 ton per hari lebih. Ini yang kemudian harus ditangani kedaruratannya," lanjutnya, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan limbah.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Wali Kota Benyamin Davnie mengatakannya akan melakukan peninjauan langsung sebelum memutuskan pembukaan kembali TPA Cipeucang. Dia menjelaskan, "Kami sudah bisa membuang sampah ke Cipeucang itu mulai hari ini. Tapi nanti kita lihat kondisi di lapangan," menggambarkan kebijakannya yang hati-hati.
Saat ini, fokus utama pemerintah kota adalah pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan TPA, termasuk akses jalan ke lokasi. "Jalan masuknya sedang dikerjakan oleh teman-teman dari Dinas PU, dan itu akan selesai pada mungkin dua hari lagi sekarang hari sebenarnya selesai," tambahnya, menunjukkan komitmen untuk memperbaiki akses tersebut.
Sejak penutupan TPA Cipeucang pada 10 Desember 2025, kondisi sampah di Kota Tangerang Selatan semakin memprihatinkan. Banyak jamur ditemukan di jalan dan pemukiman, dengan wilayah Ciputat mengalami dampak paling buruk dari penumpukan sampah.
Dalam usaha mengatasi situasi ini, pemerintah kota telah melakukan penataan terhadap gunungan sampah, termasuk upaya pembuatan terasering untuk menanggulangi krisis limbah. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan masalah yang terjadi di tengah keterbatasan kapasitas TPA.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: