Pembangunan Jembatan Gantung di Nias Dapat Meningkatkan Aksesibilitas Masyarakat
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memerintahkan pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Gomo, Kabupaten Nias Selatan, untuk mengatasi keterisolasian yang dialami oleh empat desa di sekitarnya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Langkah ini dianggap krusial demi mendukung keselamatan warga dan memberikan akses yang lebih baik untuk pendidikan serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Dalam kunjungan kerjanya di Nias pada Minggu, 21 Desember 2025, Gibran mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan harus segera ditindaklanjuti secara terpadu, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kondisi geografis.
Ia didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dan menegaskan bahwa jembatan gantung di Sungai Gomo adalah kebutuhan mendesak yang harus menjadi prioritas.
Sekitar 60 persen siswa dari SMKN 1 Boronadu bergantung pada akses penyeberangan jembatan ini, menunjukkan betapa pentingnya keberadaan infrastruktur tersebut untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Gibran juga memperingatkan bahwa apabila Sungai Gomo meluap, empat desa tersebut berpotensi mengalami isolasi, yang dapat meng ganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada akses pendidikan, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi yang sangat bergantung pada mobilitas yang lancar.
Ia mendesak agar rencana pembangunan jembatan gantung ini dilakukan dengan segera untuk mengatasi masalah yang ada.
Gibran menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pembangunan infrastruktur dasar, seperti jembatan gantung, untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan.
Ia berharap kehadiran negara dalam pembangunan infrastruktur ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang mengalami keterbatasan akses.
Dengan adanya jembatan ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat setempat dapat meningkat, baik dalam aspek pendidikan maupun perekonomian.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: