Menggali Risiko Kolesterol Tinggi pada Individu dengan Indeks Tubuh Normal
Masyarakat sering kali menganggap bahwa penampilan tubuh langsing berarti kesehatan yang optimal dan rendahnya risiko penyakit jantung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa individu dengan berat badan normal juga dapat mengalami kolesterol tinggi yang tidak terdeteksi selama bertahun-tahun.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Menurut laporan dari Times of India, para ahli mengungkapkan bahwa faktor genetik dan riwayat kesehatan keluarga memainkan peranan penting dalam kadar kolesterol, melebihi pengaruh dari berat badan itu sendiri. Hal ini menegaskan bahwa meskipun seseorang menjaga pola makan, risiko kesehatan tetap dapat mengintai bagi orang-orang bertubuh ramping.
Kolesterol dalam tubuh sebagian besar dihasilkan oleh hati, meskipun juga dapat diperoleh melalui makanan. Pada individu dengan indeks tubuh normal yang memiliki kolesterol tinggi, masalah tersebut sering kali berakar dari faktor genetik.
Berdasarkan penelitian, hati individu tersebut dapat menghasilkan LDL (Low Density Lipoprotein) dalam jumlah yang berlebihan. Meskipun mereka berusaha menjaga pola makan sehat dan aktif melakukan olahraga, kadar kolesterol berbahaya tetap dapat terjadi.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Sebuah studi yang dilakukan oleh Z. Vaezi dan Global Lipids Genetics Consortium menjelaskan bahwa kondisi ini dapat mempercepat pembentukan plak di arteri, sehingga arteri dapat menjadi 'menua' lebih awal daripada seharusnya.
Salah satu kondisi genetik yang dapat menjadi pemicu kolesterol tinggi adalah Hiperkolesterolemia Familial (FH). Penelitian oleh C. Pirazzi menunjukkan mutasi genetik ini sebagai penyebab utama penyakit jantung dini pada mereka yang secara fisik tampak sehat.
FH diperkirakan mempengaruhi satu dari setiap 200 hingga 250 orang di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pada gen seperti LDLR, APOB, atau PCSK9, yang menghambat kemampuan tubuh untuk membersihkan LDL dari aliran darah.
American Heart Association (AHA) menekankan bahwa kolesterol tinggi sering kali merupakan masalah yang bersifat 'keluarga'. Jika terdapat riwayat serangan jantung dini dalam keluarga, disarankan agar seluruh anggota keluarga menjalani tes skrining untuk memantau kesehatan mereka.
Tes yang direkomendasikan termasuk Panel Lipid Puasa yang akan mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Selain itu, tes genetik untuk FH juga sangat penting, terutama bagi mereka yang menunjukkan kadar LDL sangat tinggi dan memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: