Kategori Berita
Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 23:39 WIB

Munculnya Kelompok Kriminal Baru di Jepang: Wajah Baru Kejahatan Terorganisir

Munculnya Kelompok Kriminal Baru di Jepang: Wajah Baru Kejahatan TerorganisirMunculnya Kelompok Kriminal Baru di Jepang: Wajah Baru Kejahatan Terorganisir

Jepang tengah menghadapi tantangan serius dengan kemunculan kelompok kriminal baru yang disebut Tokuryu.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Kelompok ini beroperasi dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan sindikat tradisional Yakuza, memicu lonjakan kejahatan di berbagai sektor.

Modus Operandi dan Karakteristik Tokuryu

Tokuryu berfungsi layaknya perusahaan rintisan, mengadopsi metode yang brutal dan tidak mengenal batasan moral dalam operasionalnya.

Mantan anggota Tokuryu, Takanori Kuzuoka, mengungkapkan bahwa generasi muda lebih tertarik bergabung dengan kelompok ini, merasa kecewa dengan hierarki kaku yang ada di Yakuza.

Salah satu modus penipuan utama mereka adalah 'Ini Aku!', di mana pelaku melakukan penipuan telepon kepada lansia dengan menyamar sebagai anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dampak Ekonomi dan Respons Otoritas

Dalam enam bulan pertama tahun ini, penipuan yang dilakukan oleh Tokuryu menyebabkan kerugian mencapai 72,2 miliar yen, setara dengan sekitar Rp7,4 triliun.

Polisi Tokyo mencatat Tokuryu sebagai prioritas utama dalam penegakan hukum. Sebuah satuan tugas khusus, terdiri dari 100 perwira, telah dibentuk untuk memerangi kejahatan ini.

Adanya kolaborasi antara anggota Yakuza lama dengan Tokuryu juga diakui, di mana Yakuza yang semakin berkurang kadang memberikan perlindungan kepada pemimpin Tokuryu yang terlibat dalam kejahatan.

Penurunan Yakuza dan Transisi Menuju Kejahatan Baru

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah anggota Yakuza terus menurun, mencapai rekor terendah dengan hanya 18.800 anggota pada tahun lalu.

Seorang pengacara yang mewakili faksi Yakuza terbesar, Yamaguchi-gumi, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang sulit mendorong anggota Yakuza untuk terlibat dalam kejahatan penipuan, meskipun bertentangan dengan kode etik mereka.

Pemerintah Jepang kini mengambil langkah-langkah untuk memutus rantai rekrutmen daring yang menjadi basis pertumbuhan Tokuryu, mengingat potensi risiko jaringan kriminal yang semakin meluas di dunia siber.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Munculnya Kelompok Kriminal Baru di Jepang: Wajah Baru Kejahatan Terorganisir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!