Kategori Berita
Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 17:38 WIB

Hans Patuwo Dilantik Sebagai CEO GoTo, Memicu Reaksi Positif di Pasar Saham

Hans Patuwo Dilantik Sebagai CEO GoTo, Memicu Reaksi Positif di Pasar SahamHans Patuwo Dilantik Sebagai CEO GoTo, Memicu Reaksi Positif di Pasar Saham

Hans Patuwo telah sah menjabat sebagai Direktur Utama dan Group CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, menggantikan Patrick Walujo yang mundur pada November 2025.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Penunjukan ini telah membawa perubahan signifikan, dengan saham GoTo mencatatkan kenaikan sekitar 20 persen dalam kuartal ini meskipun valuasi perusahaan masih di bawah level IPO.

Latar Belakang Penunjukan Hans Patuwo

Rapat umum pemegang saham luar biasa pada 17 Desember 2025 mengesahkan penunjukan Hans Patuwo sebagai CEO GoTo, menggantikan Patrick Walujo yang sejak 2023 memimpin perusahaan hingga pengunduran dirinya pada 24 November 2025.

Hans Patuwo, yang memiliki pengalaman hampir delapan tahun di Gojek, GoPay, dan GoTo, akan berfokus pada eksekusi disiplin serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan. Ia menyatakan, "Mitra driver, mitra usaha, dan konsumen tetap menjadi fondasi utama ekosistem GoTo."

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Reaksi Pasar Terhadap Kenaikan Saham GoTo

Saham GoTo mengalami lonjakan hampir 20 persen di Bursa Efek Indonesia sebagai reaksi positif pasar terhadap penunjukan CEO baru. Meskipun demikian, valuasi pasar saat ini berada di bawah 5 miliar dolar AS, merosot dari puncaknya di 30 miliar dolar AS pada 2022.

Kenaikan saham ini terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham, yang merupakan momentum strategis bagi perusahaan. Optimisme investor tampak meningkat menjelang kepemimpinan baru di bawah Patuwo.

Isu Merger GoTo dan Grab yang Kembali Mengemuka

Kenaikan saham GoTo beririsan dengan munculnya kembali isu merger antara GoTo dan Grab Holdings, yang dilaporkan oleh Bloomberg. Pergantian CEO ini dapat mempercepat rencana transaksi yang telah beredar di pasar.

Sebelumnya, Patrick Walujo, CEO yang digantikan, diketahui menentang rencana merger ini. Namun, dengan adanya dukungan dari pemegang saham utama dan sinyal positif dari pemerintah Indonesia, harapan untuk mencapai kesepakatan baru muncul.

Analis Aletheia Capital, Angus Mackintosh, mengungkapkan bahwa merger ini berpotensi menciptakan entitas teknologi besar di Asia Tenggara, meskipun juga menimbulkan kekhawatiran terkait kenaikan harga layanan dan kemungkinan pengurangan lapangan kerja.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hans Patuwo Dilantik Sebagai CEO GoTo, Memicu Reaksi Positif di Pasar Saham

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!