Kasus Pembunuhan Siswi SD di Medan: Polisi Terus Melakukan Penyelidikan
Polisi di Medan tengah menyelidiki kasus pembunuhan tragis yang melibatkan seorang siswi sekolah dasar berusia 12 tahun diduga terlibat dalam kematian ibu kandungnya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Insiden ini terjadi di Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, dan telah menarik perhatian serius dari aparat kepolisian serta lembaga perlindungan anak terkait.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu, 10 Desember, ketika korban, FS, ditemukan tergeletak bersimbah darah di rumahnya. Suami korban tengah berada di lantai dua, dan saat mendengar teriakan putri mereka, ia segera menuju ke bawah untuk menemukan keadaan tragis tersebut.
Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, mengungkapkan bahwa informasi terkait insiden ini diterima sekitar setelah salat Subuh. Segera setelah menemukan FS dalam kondisi tanpa nyawa, suami korban menghubungi ambulans dan pihak kepolisian.
Menurut keterangan Tono, sehari sebelum kejadian, FS sempat memarahi putri pertama mereka, A, yang berusia 12 tahun, sehingga hal ini dinilai berpotensi memicu reaksi impulsif dari anak tersebut.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyatakan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan dengan sangat hati-hati, melibatkan pendamping berkompeten agar hak anak tetap terjaga. "Sabar lah, kan masih berproses. Ini masih banyak pendamping, itu di rumah aman (ditempatkan)," ujarnya.
Bayu juga memberi penekanan pada perlunya kehati-hatian dalam menangani kasus ini, melihat status terduga pelaku yang masih anak-anak. Ia menjelaskan lebih lanjut, "Nanti kita update lah, ini mau kita tuntaskan."
Proses otopsi terhadap korban saat ini tengah berlangsung, dan hasilnya akan diumumkan setelah seluruh penyelidikan selesai dilakukan. Ia meminta agar masyarakat bersabar, "Hasil otopsi nanti ya. Saya di luar ini, sabar lah," tutupnya.
Tim Inafis Polrestabes Medan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk keperluan penyelidikan. Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan pada pukul 08.15 WIB untuk dilakukan autopsi.
Tono merinci bahwa saat ia memasuki rumah tersebut, FS sudah dalam kondisi tidak bernyawa, namun ia belum mengetahui jumlah luka tikaman yang diderita korban. Kini, A telah berada di kantor polisi untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
Jumlah saksi yang sudah diperiksa juga belum dirilis kepada publik. Polri terus berupaya mendapatkan pemahaman yang akurat terkait fakta-fakta yang ada dalam kejadian tersebut. "Penyelidikan butuh waktu. Pelan-pelan," tutup AKBP Bayu.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: