Banjir Bandang di Kota Safi, Maroko: 37 Tewas dan Kerusakan Luas
Banjir bandang yang melanda Kota Safi, Maroko, pada Minggu (14/12/2025) menyebabkan sedikitnya 37 orang tewas, sementara 14 orang lainnya mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Bencana ini dipicu oleh hujan lebat yang mengakibatkan aliran air berlumpur, menyapu mobil dan merusak infrastruktur setempat.
Peristiwa bencana ini terjadi secara mendadak, dengan hujan deras yang berlangsung dalam waktu singkat. Foto-foto yang beredar menunjukkan dampak luar biasa dari aliran air yang menggenangi jalan-jalan, memusnahkan properti, dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Otoritas setempat melaporkan bahwa sekitar 70 rumah dan berbagai bisnis di kawasan bersejarah Safi terendam akibat banjir dalam waktu hanya satu jam. Kerugian yang ditimbulkan sangat signifikan, dengan infrastruktur yang hancur dan kehilangan barang-barang berharga.
Pencarian dan penyelamatan korban terus berlangsung yang melibatkan tim relawan dan petugas penyelamat. Pernyataan resmi dari pemerintah provinsi menekankan pentingnya memperkuat sistem peringatan dini untuk menghadapi bencana alam di masa depan.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Meskipun operasi pencarian aktif dilakukan, beberapa warga setempat mengungkapkan frustrasi terhadap respons pemerintah yang dianggap lamban. Marouane Tamer, seorang penduduk setempat, menyatakan keprihatinannya, 'Mengapa truk pemerintah belum dikirim untuk memompa air?'
Kerusakan infrastruktur tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga mengganggu jalur transportasi vital, termasuk jalan provinsi 2300 yang menghubungkan Safi ke Hrara, yang berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah setempat.
Dalam menanggapi kondisi darurat ini, pemerintah mengklaim telah mengambil tindakan untuk mengamankan area yang terdampak dan memberikan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal. Namun, banyak yang berharap respons ini dapat ditingkatkan di masa mendatang.
Insiden banjir yang parah ini terjadi setelah Maroko mengalami tujuh tahun kekeringan yang drastis, yang berimbas pada cadangan air di waduk utama. Badan Meteorologi Maroko juga mencatat bahwa tahun 2024 adalah tahun terpanas dalam sejarah negara tersebut.
Perubahan cuaca yang ekstrem, dari kondisi kekeringan menuju hujan lebat, menjadi indikasi potensi bencana yang lebih besar di masa depan. Ramalan cuaca untuk daerah itu menunjukkan kemungkinan hujan lebat akan kembali melanda seluruh negeri pada Selasa (16/12/2025).
Banjir ini adalah bagian dari rangkaian bencana yang sering terjadi di Maroko, termasuk insiden bangunan runtuh di kota Fes baru-baru ini, yang menghadirkan tantangan serius bagi pemerintah dalam mengatasi risiko iklim di masa depan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: