Kategori Berita
Senin, 15 DESEMBER 2025 • 19:20 WIB

Protes Terhadap Larangan Roblox di Tomsk, Rusia

Protes Terhadap Larangan Roblox di Tomsk, RusiaProtes Terhadap Larangan Roblox di Tomsk, Rusia

Puluhan orang berkumpul pada Minggu (14/12) di Tomsk, Siberia, untuk melawan larangan pemerintah Rusia yang memblokir platform game populer, Roblox.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Aksi ini merupakan respons terhadap meningkatnya tindakan sensor oleh pemerintah di tengah ketegangan akibat perang.

Latar Belakang Penyensoran di Rusia

Pemerintah Rusia telah melakukan pemblokiran dan pembatasan terhadap sejumlah platform media sosial, termasuk Snapchat, Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube.

Tindakan ini bertujuan untuk mendistribusikan narasi yang mendukung kepentingan nasional melalui media sosial dan saluran media konvensional yang dikuasai Rusia.

Pengumuman Pemblokiran Roblox

Menurut pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, pemblokiran Roblox diumumkan pada 3 Desember dengan alasan bahwa konten di platform tersebut dianggap tidak pantas dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan moral anak-anak.

Kontroversi ini mencerminkan kebijakan sensor yang semakin sering diterapkan pemerintah Rusia di berbagai sektor, termasuk dunia digital.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh

Aksi Protes di Tomsk

Di Tomsk, yang terletak 2.900 km di timur Moskow, puluhan warga menggelar aksi protes dengan membawa berbagai poster yang mendukung Roblox.

Slogan-slogan seperti 'Jangan sentuh Roblox' dan 'Roblox adalah korban Tirai Besi digital' menjadi ungkapan penolakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Pendapat Masyarakat dan Dampak Larangan

Larangan terhadap Roblox memicu perdebatan mengenai sensor digital dan dampaknya terhadap keselamatan anak-anak, khususnya dalam akses terhadap konten yang tidak pantas.

Banyak orang tua dan guru menyuarakan kekhawatiran bahwa Roblox dapat membuka akses bagi anak-anak kepada konten berbahaya serta komunikasi dengan orang dewasa yang tidak dikenal.

Tanggapan Roblox terhadap Larangan

Roblox, yang berkantor pusat di San Mateo, California, pernah mengalami larangan serupa di beberapa negara lainnya seperti Irak dan Turki, juga karena kekhawatiran mengenai keselamatan anak-anak.

Ketika larangan dikeluarkan, pihak Roblox menyatakan bahwa mereka memiliki 'komitmen yang mendalam terhadap keselamatan' pengguna dan menyediakan 'perlindungan bawaan yang ketat untuk membantu menjaga keamanan pengguna'.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Protes Terhadap Larangan Roblox di Tomsk, Rusia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!