Kategori Berita
Senin, 15 DESEMBER 2025 • 14:57 WIB

Revisi Sejarah: Upaya Kementerian Kebudayaan Menyusun Kembali Narasi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Revisi Sejarah: Upaya Kementerian Kebudayaan Menyusun Kembali Narasi Perjuangan Kemerdekaan IndonesiaRevisi Sejarah: Upaya Kementerian Kebudayaan Menyusun Kembali Narasi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia berencana melanjutkan proyek penulisan ulang sejarah dengan fokus pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia antara tahun 1945 hingga 1950.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya perincian detail dari periode tersebut yang dianggap krusial bagi pemahaman sejarah bangsa.

Pentingnya Penulisan Sejarah Pertahanan Kemerdekaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan rencana memperjelas dan memperluas penulisan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam peluncuran buku penulisan sejarah di Jakarta, beliau menyatakan bahwa periode 1945 hingga 1950 perlu ditonjolkan karena memiliki dinamika yang signifikan.

Fadli menjelaskan, "Ada sejarah saya kira yang salah satu yang penting untuk kita tulis, dari salah satu jilid ini tetapi harus kita pertajam, perluas, karena kroniknya cukup lumayan banyak, dinamikanya banyak, yaitu Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia 1945-1950."

Fokus pada aspek-aspek sejarah yang bersifat dinamis dan beragam ini adalah langkah strategis untuk memahami pergerakan bangsa. Penulisan yang dilakukan diharapkan dapat memberi perspektif baru yang komprehensif tentang perjuangan bangsa Indonesia.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Proyek Penulisan Sejarah Masa Kerajaan

Selaras dengan penulisan sejarah kemerdekaan, Kementerian Kebudayaan juga akan menjelajahi sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Fadli Zon mengungkapkan pentingnya menyusun buku-buku sejarah tentang kerajaan besar seperti Majapahit dan Sriwijaya.

Ia menyatakan, "Kita juga perlu menulis buku sejarah tentang Majapahit yang komprehensif, sejarah tentang Sriwijaya, sejarah tentang Pajajaran, kerajaan-kerajaan, kesultanan-kesultanan, maupun perjuangan-perjuangan lainnya."

Fokus pada kajian sejarah kerajaan diharapkan dapat memberikan nuansa yang lebih lengkap mengenai sejarah Indonesia, serta dampaknya terhadap perkembangan bangsa saat ini.

Buku-Buku dalam Seri Penulisan Ulang Sejarah

Kementerian Kebudayaan telah menyusun sepuluh jilid buku dalam proyek penulisan ulang sejarah ini yang mencakup berbagai tema. Buku-buku ini dirancang untuk menggambarkan sejarah Indonesia secara lebih mendalam.

Jilid ke-7 dari proyek ini secara spesifik membahas tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan antara 1945 hingga 1950. Selain itu, terdapat jilid-jilid lain yang juga mengupas akar peradaban Nusantara, pergerakan kebangsaan, hingga reformasi.

Pemilihan tema yang bervariasi bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang evolusi bangsa Indonesia dari masa ke masa dan untuk menjelaskan dinamika yang mempengaruhi perjalanan sejarah.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Revisi Sejarah: Upaya Kementerian Kebudayaan Menyusun Kembali Narasi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!