Kategori Berita
Senin, 15 DESEMBER 2025 • 13:45 WIB

Insiden Penembakan Massal di Pantai Bondi, Sydney: Tiga Belas Kematian dan Status Terorisme

Insiden Penembakan Massal di Pantai Bondi, Sydney: Tiga Belas Kematian dan Status TerorismeInsiden Penembakan Massal di Pantai Bondi, Sydney: Tiga Belas Kematian dan Status Terorisme

Jumlah korban tewas akibat insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, telah bertambah menjadi 16 orang.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Peristiwa ini juga mengakibatkan 40 orang lainnya dirawat di rumah sakit dengan berbagai luka.

Pernyataan Resmi dan Penetapan Insiden Terorisme

Komisioner Kepolisian New South Wales, Mal Lanyon, menyatakan bahwa insiden tersebut adalah 'insiden terorisme'.

Perdana Menteri NSW, Chris Minns, menambahkan bahwa serangan ini dirancang khusus untuk menargetkan komunitas Yahudi di Sydney.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Kondisi Korban dan Pelaku

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa salah satu pelaku penembakan termasuk di antara korban tewas.

Sementara itu, terduga pelaku kedua saat ini dalam kondisi kritis.

Dua petugas polisi yang berada di lokasi kejadian juga mengalami luka, menambah kompleksitas situasi selama penanganan insiden.

Investigasi dan Tindakan Keamanan

Kepolisian NSW mengungkapkan bahwa sejumlah barang mencurigakan telah ditemukan di sekitar area penembakan, yang sedang diperiksa oleh petugas spesialis.

Zona larangan masuk juga telah diberlakukan di lokasi kejadian, dan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung dengan tidak adanya laporan insiden lain yang terkait di Sydney.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Insiden Penembakan Massal di Pantai Bondi, Sydney: Tiga Belas Kematian dan Status Terorisme

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!