Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 11:40 WIB

Pondok Pesantren Al Khoziny Memulai Pembangunan Gedung Baru

Pondok Pesantren Al Khoziny Memulai Pembangunan Gedung BaruPondok Pesantren Al Khoziny Memulai Pembangunan Gedung Baru

Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, telah resmi memulai pembangunan gedung baru melalui prosesi ground breaking yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Proyek ini dilaksanakan di atas lahan seluas 4.100 meter persegi dengan anggaran mencapai Rp125 miliar dari APBN, diharapkan selesai pada Juni 2026.

Prosesi Ground Breaking dan Harapan Pembangunan

Kegiatan ground breaking berlangsung pada 11 Desember 2025 dengan kehadiran berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Menteri Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pembangunan ini adalah hasil kolaborasi lintas kementerian, menciptakan sinergi dalam penataan pembangunan pesantren.

Bangunan baru ini dirancang untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih baik serta ruang bagi pengembangan spiritual santri. Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, menyatakan, "Alhamdulillah hari ini saya dan seluruh lintas kementerian di dalam satuan tugas rekonstruksi pesantren hadir, memulai ground breaking Pesantren Al-Khoziny."

Investasi untuk Keamanan dan Kualitas Pendidikan

Pembangunan gedung ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan keamanan santri, terutama setelah tragedi ambruknya gedung lama pada September 2025 yang mengakibatkan 63 santri meninggal dunia.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Cak Imin menekankan bahwa pentingnya evaluasi dan perbaikan dalam sistem pendidikan pesantren harus diutamakan.

"Ketika musibah terjadi, Pak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya segera lakukan langkah-langkah cepat dan efektif untuk mengantisipasi pesantren-pesantren kita, agar kesalahan masa lalu tidak terulang," ujar Cak Imin menekankan keterlibatan pemerintah dalam pendidikan pesantren.

Kolaborasi untuk Masa Depan Santri

Cak Imin juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengasuh pesantren untuk menciptakan sistem pendidikan yang berdaya dan komprehensif.

Pengembangan kurikulum menjadi salah satu fokus utama, yang diharapkan mencakup keterampilan dan ilmu pengetahuan memadai bagi santri.

"Kurikulum harus komprehensif dan kita sudah memasukkan cara pandang pemberdayaan di dalam kurikulum pesantren-pesantren kita," jelasnya.

Pengasuh Pesantren Al Khoziny KH Abdus Salam Mujib menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah yang berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Al Khoziny Memulai Pembangunan Gedung Baru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!