Kritikan Terhadap Penggunaan Gajah dalam Penanganan Pascabencana di Aceh
Penggunaan empat ekor gajah untuk mengangkut kayu gelondongan sisa banjir di Aceh telah memicu kritik dari sejumlah anggota DPR RI.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Banyak pihak menilai bahwa melibatkan satwa yang dilindungi dalam kegiatan berat pascabencana dapat merugikan kesejahteraan hewan tersebut.
Daniel Johan, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, menyampaikan bahwa melibatkan gajah dalam aktivitas penanganan pascabencana dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan hewan.
Dia menegaskan, "Gajah adalah satwa lindung, sehingga melibatkan mereka dalam pekerjaan berat pascabencana menimbulkan risiko terhadap keselamatan satwa, serta bertentangan dengan prinsip konservasi yang menempatkan kesejahteraan hewan sebagai prioritas."
Daniel juga menambahkan, pembersihan puing-puing akibat bencana seharusnya dilakukan oleh manusia dengan menggunakan alat berat yang sesuai.
'Penggunaan gajah tersebut tidak wajar', ujar Daniel, 'sehingga tidak dibenarkan bahwa gajah menjadi alat untuk membereskan kayu-kayu yang memiliki beban yang sangat berat.'
Daniel Johan melanjutkan dengan menyoroti kerusakan habitat gajah yang terjadi akibat aktivitas manusia, termasuk illegal logging.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dia memperingatkan bahwa ketergantungan pada gajah untuk penanganan bencana mencerminkan pemanfaatan yang tidak layak bagi satwa tersebut.
"Kerusakan habitat gajah dan hutan terjadi karena ulah manusia dengan adanya illegal logging/pembalakan liar," tuturnya, menekankan pentingnya perlindungan terhadap gajah dalam situasi pascabencana.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kesejahteraan gajah harus diperhatikan, mengingat kondisi yang semakin mendesak di lingkungan hutan.
Alex Indra Lukman, Wakil Ketua Komisi IV DPR, juga mengungkapkan pandangan serupa, dengan mengatakan bahwa penggunaan gajah dalam konteks evakuasi pascabencana tidak seharusnya dipaksakan.
Dia menyarankan agar pemanfaatan tenaga manusia lebih dioptimalkan untuk tanggap darurat, mengatakan, 'Tenaga manusia saja kita berdayakan untuk tanggap darurat, tetapi tentu kita harap penggunaan gajah dengan perhatikan segala aspek.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: