Kategori Berita
Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 14:35 WIB

Ketegangan Perbatasan Thailand-Kamboja: Konflik yang Kembali Memanas

Ketegangan Perbatasan Thailand-Kamboja: Konflik yang Kembali MemanasKetegangan Perbatasan Thailand-Kamboja: Konflik yang Kembali Memanas

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencananya untuk melakukan komunikasi dengan Kamboja dan Thailand setelah kedua negara kembali terlibat dalam konflik perbatasan yang semakin memanas. Ini disampaikan Trump setelah pertempuran yang meletus pada 8 Desember 2025.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Dalam konferensi pers di Pennsylvania, Trump menekankan bahwa pertempuran tersebut tidak seharusnya terjadi dan berjanji akan campur tangan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dari situasi tersebut.

Kronologi Konflik Perbatasan

Konflik antara Thailand dan Kamboja baru memasuki hari ketiga dengan laporan bahwa Kamboja menembakkan roket BM-21 ke arah Rumah Sakit Phanom Dong Rak di Provinsi Surin, Thailand. Serangan ini mengakibatkan pasien dan staf rumah sakit harus mencari perlindungan.

Sejak dimulainya pertempuran, lebih dari 400.000 warga Thailand di sepanjang perbatasan telah dievakuasi, sedangkan di sisi Kamboja, jumlah pengungsi mencapai lebih dari 21.000 orang.

Kementerian Pertahanan Kamboja melaporkan bahwa sejak awal konflik, sembilan warga sipil tewas dan 20 lainnya mengalami luka berat. Di sisi lain, otoritas Thailand melaporkan bahwa empat tentara mereka tewas dan 68 lainnya terluka dalam baku tembak.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Pernyataan Resmi dan Upaya Diplomasi

Menyusul ketegangan yang meningkat, Kementerian Luar Negeri Thailand mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa tidak ada peluang untuk negosiasi. Menurut pernyataan tersebut, situasi saat ini tidak kondusif untuk mediasi oleh pihak ketiga.

Sementara itu, seorang penasihat utama Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menyatakan bahwa Kamboja 'siap untuk berunding kapan pun'. Pernyataan ini menunjukkan perbedaan pandangan yang mencolok antara kedua negara mengenai cara untuk menyelesaikan konflik.

Perseteruan ini bermula ketika seorang tentara Thailand tewas dalam baku tembak yang terjadi di pagi hari, memicu tuduhan saling provokasi antara kedua belah pihak.

Sejarah Konflik dan Dampak Kemanusiaan

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja bukanlah hal baru, mengingat perang sebelumnya yang terjadi pada bulan Juli lalu juga menyebabkan banyak korban jiwa dan pengungsi, dengan 48 orang tewas dan sekitar 300.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Meskipun kedua negara menandatangani perjanjian damai di Kuala Lumpur pada bulan Oktober setelah mendapat tekanan dari Trump dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, ketegangan tetap berlanjut di tengah kesepakatan gencatan senjata yang ada.

Sejak pertempuran bulan Juli, kedua pihak terus saling menuduh melanggar kesepakatan yang telah dimediasi, menambah kompleksitas dalam usaha damai di kawasan tersebut.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ketegangan Perbatasan Thailand-Kamboja: Konflik yang Kembali Memanas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!