Memahami Stroke: Pencegahan dan Pentingnya Penanganan Cepat di Indonesia
Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 350 ribu orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal stroke melalui panduan 'SeGeRa Ke RS' yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di tanah air.
Setiap tahun, penyakit ini menyebabkan ratusan ribu kematian, dan sejumlah pasien yang selamat seringkali harus hidup dengan kecacatan jangka panjang.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan, 'Stroke itu menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian setiap tahun.'
Angka ini menegaskan perlunya upaya pencegahan dan penanganan yang lebih baik terhadap stroke.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Selain tingginya angka kematian, dampak dari stroke terlihat jelas pada tingkat kecacatan permanen yang dialami pasien yang terinfeksi.
Dante menekankan bahwa penanganan cepat sangat penting agar pasien dapat pulih dengan optimal, 'Golden period hanya 4,5 jam dari mulai gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,' jelasnya.
Dengan demikian, mengenali gejala stroke sedini mungkin menjadi kunci untuk mengurangi risiko kecacatan dan kematian akibat stroke.
Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan istilah 'SeGeRa Ke RS' sebagai tanda-tanda awal stroke yang harus diwaspadai.
Gejala pertama adalah 'Se' yang berarti senyum tidak simetris, di mana satu sisi wajah tidak bergerak dengan baik.
'Ge' menunjukkan gerakan mendadak melemah, yang kerap membuat pasien sulit bergerak atau lemas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: