Kategori Berita
Senin, 08 DESEMBER 2025 • 15:01 WIB

Kenaikan Harga Alat Kontrasepsi di China: Langkah Kontroversial untuk Mendorong Kelahiran

Kenaikan Harga Alat Kontrasepsi di China: Langkah Kontroversial untuk Mendorong KelahiranKenaikan Harga Alat Kontrasepsi di China: Langkah Kontroversial untuk Mendorong Kelahiran

Pemerintah China mengumumkan rencana kenaikan harga alat kontrasepsi, termasuk kondom, sebesar 13 persen sebagai upaya untuk meningkatkan angka kelahiran di negara tersebut.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Kebijakan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2026, setelah melalui proses legislasi pada akhir Desember 2024.

Kebijakan Baru untuk Mendorong Kelahiran

Kenaikan harga produk kontrasepsi di China hadir setelah penghapusan status bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah berlaku selama hampir tiga dekade. Dalam upaya ini, pemerintah berharap bahwa kenaikan biaya alat kontrasepsi dapat mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan memiliki lebih banyak anak.

Pemerintah menyatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mengatasi penurunan angka kelahiran yang telah menjadi perhatian signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Data Demografi Menunjukkan Krisis Kelahiran

Menurut laporan terbaru, angka kelahiran di China pada tahun 2024 diperkirakan hanya mencapai 6,77 kelahiran per 1.000 penduduk. Ini menunjukkan trend penurunan yang drastis dibandingkan dengan angka yang diperlukan untuk mempertahankan stabilitas populasi.

Data dari Bank Dunia juga menunjukkan bahwa tingkat kesuburan masyarakat China pada tahun 2023 berada di angka 1,0, jauh di bawah angka ideal 2,1. Angka-angka ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan populasi.

Tanggapan Terhadap Kebijakan

Meskipun harapan pemerintah tinggi terhadap kebijakan ini, muncul kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak mengkhawatirkan bahwa kenaikan harga alat kontrasepsi dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular seksual di masyarakat.

Pengamat juga menilai bahwa kebijakan baru ini belum cukup mengatasi faktor-faktor utama yang membuat orang enggan untuk memiliki anak, seperti tingginya biaya hidup dan pengeluaran untuk membesarkan anak. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan kebijakan mungkin belum cukup untuk menciptakan motivasi yang diperlukan.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kenaikan Harga Alat Kontrasepsi di China: Langkah Kontroversial untuk Mendorong Kelahiran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!