Program Mudik Gratis Kemenhub untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan program mudik gratis untuk periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan total 12 ribu tiket kereta api yang akan digratiskan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan pulang kampung di masa liburan tersebut.
Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa program mudik gratis akan melibatkan berbagai moda transportasi. Ia menyebutkan, 'Kementerian Perhubungan juga menyiapkan rencana program mudik gratis dengan total peserta sebanyak 3.039 penumpang.'
Program ini juga mencakup 5.568 sepeda motor yang akan digratiskan melalui skema motor gratis, 70 unit bus, 12.720 penumpang kereta api, dan 17.239 penumpang moda laut. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang merencanakan perjalanan selama libur Nataru.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Dudy Purwagandhi memastikan bahwa Kementerian Perhubungan telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi untuk mendukung kelancaran program mudik. Menurutnya, 'Untuk transportasi darat disiapkan 31.433 unit bus dan 117 terminal; transportasi laut disiapkan 704 kapal.'
Di sektor kereta api, terdapat 2.670 kereta api dan jaringan jalur perkeretaapian yang menjangkau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Persiapan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halaman.
Kementerian Perhubungan juga akan memberikan diskon tarif untuk berbagai angkutan selama periode Nataru. Dudy menyatakan, 'Diskon kereta api sebesar 30% untuk non-PSO dan angkutan motor balik gratis.'
Selain itu, akan ada diskon tarif Pelni sebesar 20% dan tiket gratis untuk 17.239 penumpang. Diskon tarif jasa pelabuhan penyeberangan juga akan tersedia, dengan diskon tarif pesawat yang berkisar antara 13% hingga 14% agar masyarakat lebih mudah menggunakan alat transportasi publik.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: