Dampak Penggunaan Gorengan terhadap Kesehatan Masyarakat Indonesia
Gorengan telah menjadi camilan favorit yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, namun dampaknya terhadap kesehatan perlu mendapat perhatian serius.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Kebiasaan mengonsumsi gorengan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari peningkatan berat badan hingga risiko penyakit jantung.
Gorengan dikenal kaya akan lemak jenuh dan kalori, yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digoreng mengandung lebih banyak kalori dibandingkan makanan yang dimasak dengan cara lain.
Konsumsi gorengan yang tinggi dapat memicu masalah kolesterol. David Katz, seorang dokter dan ahli gizi, menyampaikan bahwa 'kebiasaan makan makanan goreng bisa menyebabkan kadar LDL (kolesterol jahat) meningkat'.
Lemak trans yang sering ditemukan dalam minyak goreng bekas pakai diketahui memperburuk kesehatan jantung. 'Konsumsi lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner,' tambahnya.
Akumulasi lemak jahat dalam tubuh diketahui bisa memicu penyakit metabolik, termasuk diabetes tipe 2. Terlalu sering mengonsumsi gorengan dapat mengganggu sensitivitas insulin dan mengarah pada diabetes.
Konsumsi gorengan dalam jumlah banyak dapat memberikan masalah kesehatan jangka panjang seperti hipertensi. Kandungan natrium yang tinggi pada gorengan dapat meningkatkan tekanan darah.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Risiko kanker juga perlu diperhatikan. 'Sebuah studi menunjukkan, pola makan yang tinggi makanan yang diolah dengan cara digoreng berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker,' menurut informasi dari publikasi kesehatan yang telah banyak diketahui.
Selain itu, gangguan pencernaan mungkin muncul akibat konsumsi gorengan secara berlebihan. Makanan tinggi lemak sulit dicerna dan dapat menyebabkan masalah seperti kembung dan sembelit.
Pola makan yang tidak sehat dapat mengganggu fungsi otak. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa diet tinggi lemak dapat berkontribusi pada penurunan kognitif.
Jika tidak bisa terpisahkan dari gorengan, disarankan untuk mengurangi frekuensinya dan menggantinya dengan camilan yang lebih sehat seperti buah-buahan segar, sayuran kukus, atau snack yang dipanggang.
Mengganti minyak goreng dengan minyak zaitun atau minyak kelapa bisa membantu menurunkan risiko terkait kesehatan. 'Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang lebih baik untuk tubuh,' jelas seorang ahli gizi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: