Tingkat Deforestasi di Indonesia Meningkat Signifikan
Tingkat deforestasi di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Data menunjukkan 166.450 hektar lahan hutan mengalami penggundulan antara Januari hingga September 2025, meningkat sebesar 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Kehutanan mengungkapkan bahwa daerah-daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami kenaikan deforestasi yang signifikan. Di Aceh, deforestasi tercatat mencapai 10.100 hektar pada 2024 hingga September 2025, meningkat drastis dari 1.918 hektar pada periode yang sama di 2020.
Raja Juli menyatakan, "Di Aceh menurun sebesar 10,04%" meskipun angka deforestasi masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sementara itu, di Sumatra Utara, lahan yang gundul juga meningkat dari 1.233 hektar pada 2019-2020 menjadi 6.142 hektar pada 2024 hingga Desember 2025.
Kondisi di Sumatra Barat bahkan lebih mencengangkan dengan peningkatan deforestasi sebesar 637,08% dalam lima tahun terakhir. "Dan di Provinsi Sumatra Barat turun 14%, sekali lagi dibandingkan dengan tahun 2024," tambah Raja Juli.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Menteri Raja Juli juga memaparkan nilai kontribusi sektor kehutanan terhadap PDB nasional, yang berdampak signifikan terhadap ekonomi. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukan bahwa kontribusi sektor ini mencapai Rp 97,2 triliun.
Ia menjelaskan tren peningkatan kontribusi kehutanan sejak tahun 2020, dengan puncaknya pada tahun 2024 mencapai Rp 129,57 triliun. Sektor ini juga mencatatkan peningkatan investasi yang eksponensial, dari Rp 1,8 triliun pada 2020 menjadi Rp 34,7 triliun pada 2024.
Hingga triwulan III 2025, nilai investasi sektor kehutanan tercatat mencapai Rp 13,6 triliun, sedangkan kontribusi PNBP Kehutanan juga menunjukkan tren positif dengan nilai Rp 6,53 triliun.
Tutupan hutan di Indonesia mengalami penyusutan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Menurut data FAO, luas kawasan hutan nasional berkurang dari 118,5 juta hektare pada tahun 1990 menjadi 92,1 juta hektare pada tahun 2020.
Penyusutan ini berdampak pada ekosistem serta masyarakat yang bergantung pada sumber daya hutan. Data pemerintah menunjukkan perlunya langkah-langkah strategis dalam menekan angka deforestasi lebih lanjut.
Dengan kondisi yang mengkhawatirkan, pemerintah diharapkan untuk bekerja lebih keras dalam menjaga keberlanjutan hutan demi kepentingan bangsa dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: