Kategori Berita
Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 10:29 WIB

Penemuan Kayu Gelondongan di Aceh dan Sumatera: Tanda Pencurian Kayu di Tengah Banjir

Penemuan Kayu Gelondongan di Aceh dan Sumatera: Tanda Pencurian Kayu di Tengah BanjirPenemuan Kayu Gelondongan di Aceh dan Sumatera: Tanda Pencurian Kayu di Tengah Banjir

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan penemuan kayu gelondongan yang terseret banjir di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menunjukkan adanya bekas gergaji.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Temuan ini akan menjadi fokus penyelidikan oleh tim yang telah dikerahkan untuk menyusuri aliran sungai dari hulu hingga hilir demi mengidentifikasi potensi pencurian kayu.

Fokus Penyelidikan

Dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 4 Desember, Jenderal Sigit menyatakan, 'Dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari chainsaw ya. Itu yang akan kita dalami.'

Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih mendalam dengan mengaitkan temuan ini bersama tim dari Kementerian Kehutanan agar dapat memperoleh informasi lebih komprehensif mengenai kejadian yang mendasari fenomena ini.

Seluruh aliran sungai akan disisir untuk menemukan lokasi asal kayu galangan ini, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk terkait praktik ilegal yang mungkin terjadi di area tersebut.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Pengikisan Lingkungan

Di Sumatera Barat, tumpukan kayu gelondongan dan sampah terlihat memenuhi area muara dan bibir Pantai Parkit di Kota Padang, yang menunjukkan dampak banjir yang signifikan terhadap lingkungan.

Menurut laporan, banjir yang melanda beberapa wilayah juga menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai potensi kerusakan lingkungan yang lebih lanjut.

Di Sumatera Utara, kayu gelondongan ini terdampar akibat banjir bandang yang berlangsung di Tapanuli Selatan dan Sibolga, memperburuk keprihatinan masyarakat akan kelestarian ekosistem daerah tersebut.

Dampak Lain dari Banjir

Banjir di Aceh tidak hanya membawa dampak fisik terhadap lingkungan, tetapi juga menimbulkan korban hewan. Seekor Gajah Sumatra ditemukan tergeletak mati dengan kepala tersungkur di bawah material banjir di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu.

Kejadian tragis ini semakin menegaskan perlunya penanganan bencana yang lebih baik dan upaya proaktif untuk melindungi ekosistem dan satwa yang terancam akibat bencana alam.

Dampak sosio-ekonomi dari bencana ini juga dapat memiliki efek jangka panjang bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam, termasuk masyarakat yang berinteraksi dengan ekosistem yang seharusnya dilindungi.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penemuan Kayu Gelondongan di Aceh dan Sumatera: Tanda Pencurian Kayu di Tengah Banjir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!