Situasi Radiasi di Cikande Masih Dalam Kategori Darurat
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa situasi radiasi di Cikande, Serang, Banten, tetap berada dalam kategori darurat. Hal ini disebabkan oleh adanya 1.136,6 ton material terkontaminasi yang saat ini masih tersimpan di interim storage milik PT PMT.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam rapat bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Hanif menekankan perlunya perencanaan yang detail untuk penanganan material terkontaminasi serta kajian lebih lanjut mengenai keberadaan bahan nuklir cesium di bawah pondasi bangunan.
Menteri Hanif menjelaskan bahwa langkah-langkah penanganan material terkontaminasi harus segera dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menekankan, 'Memang kondisinya sangat darurat sehingga ke depan diperlukan segera dilakukan perencanaan detail.'
Material terkontaminasi saat ini disimpan di interim storage milik PT PMT, yang merupakan hasil dari lokasi perusahaan tersebut. Konsentrasi bahan nuklir di area ini memerlukan perhatian khusus untuk mencegah risiko lebih lanjut terhadap masyarakat dan lingkungan.
Meskipun dekontaminasi telah selesai di 12 titik, satu titik masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Hanif menambahkan, 'Kami masih memerlukan kajian lebih lanjut', mengisyaratkan kemungkinan perlunya pengerobohan rumah jika cesium ditemukan di pondasi.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Kementerian Lingkungan Hidup berupaya memonitor kendaraan yang keluar dari kawasan Cikande dengan menggunakan alat portable radiation monitoring (RPM). Dari 71.000 kendaraan yang terpantau, sebanyak 48 kendaraan terdeteksi mengandung radionuklida.
Setiap kendaraan yang terkontaminasi akan langsung dilakukan dekontaminasi. Hanif menjelaskan, 'Ini terjadi pada awal-awal hari saat kejadian, kemudian tidak muncul lagi kejadian sejak dua–tiga minggu setelah kejadian.'
Tindakan ini menunjukkan upaya proaktif pemerintah dalam mengendalikan situasi dan menjaga keselamatan masyarakat sekitar.
Perencanaan dekontaminasi lebih lanjut akan melibatkan berbagai lembaga terkait untuk mencapai hasil yang efektif. Hanif menekankan, penting untuk memiliki rencana yang komprehensif agar proses penanganan dapat berjalan lancar.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi tentang situasi di Cikande. Kementerian akan terus memberikan update terhadap perkembangan kondisi dan langkah-langkah yang diambil.
Melihat kompleksitas situasi yang ada, jelas bahwa penanganan radiasi ini membutuhkan waktu dan kolaborasi dari berbagai pihak. Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: