Reuni 212 Gelar Salat Gaib untuk Korban Bencana Alam
Massa Reuni 212 menggelar salat gaib sebagai bentuk dukacita terhadap korban bencana alam yang melanda Aceh dan Sumatera. Acara ini berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Selasa, 2 Desember 2025.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Salat gaib dimulai pada pukul 19.35 WIB, dihadiri jemaah dari berbagai penjuru untuk berdoa bagi para korban. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan khataman Alquran.
Pantauan di lokasi menunjukkan, jemaah hadir membentuk saf untuk melaksanakan salat gaib setelah seruan diajukan. Massa hadir dengan pakaian putih dan bendera Palestina, menciptakan nuansa solidaritas yang kuat.
Acara dimulai pada pukul 17.00 WIB ini menyertakan rangkaian doa zikir muhasabah istigasah hingga salat gaib bagi para korban bencana alam. Keberadaan jemaah dengan tikar masing-masing menandakan keseriusan dan kebersamaan mereka dalam mendoakan para korban.
Salat gaib berlangsung khusyuk, dengan jemaah fokus dalam setiap bacaan dan doa yang dibacakan. Situasi penuh khidmat ini menunjukkan dukungan moral dari masyarakat untuk korban bencana yang terjadi.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Setelah acara salat gaib, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' pada pukul 21.00 WIB. Selama dua jam ke depan, acara diisi oleh sambutan dari tokoh ormas dan pemerintah yang memberikan dukungan.
Reuni 212 dikenal dengan aksi solidaritas sosial bertujuan mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama dalam situasi bencana. Tokoh-tokoh yang hadir memberikan semangat kepada masyarakat untuk tetap bersatu menghadapi berbagai tantangan.
Acara dijadwalkan berakhir pada pukul 23.00 WIB, menegaskan komitmen Reuni 212 untuk tidak hanya berkumpul, tetapi juga berdoa bagi mereka yang terkena musibah.
Dukungan masyarakat dalam bentuk doa bersama menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk meringankan beban para korban bencana. Peristiwa alam di Aceh dan Sumatera ini menjadi perhatian khusus, mengingat dampak yang ditimbulkan cukup besar.
Bencana banjir bandang dan longsor di kawasan tersebut telah menyebabkan kerusakan signifikan, dan dukungan semacam ini diperlukan untuk memberikan semangat bagi para penyintas. Reuni 212 hadir sebagai momen refleksi untuk membangun kembali kesadaran empati dan kepedulian sosial.
Dengan kegiatan salat gaib, diharapkan masyarakat tergerak untuk berkontribusi dalam membantu korban melalui aksi nyata di lapangan. Keseluruhan acara menunjukkan bahwa solidaritas masyarakat tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: