Upaya BRIN dalam Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Utara dan Aceh
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan upaya signifikan dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Tim yang dipimpin oleh Joko Widodo, seorang peneliti berkualitas di bidang geografi, berfokus pada dukungan ilmiah dan teknologi untuk pemulihan daerah terdampak.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Joko Widodo menekankan pentingnya kecepatan respons BRIN dalam penanggulangan bencana, dengan mengaktifkan beberapa unit reaksi cepat untuk menangani dampak yang meluas akibat bencana itu.
Dalam rapat internal pada Minggu (30/11), Joko Widodo mengungkapkan bahwa Task Force BRIN telah mengambil langkah-langkah awal untuk menangani dampak bencana. Langkah-langkah ini meliputi pemetaan berbasis satelit, penyediaan air bersih, dan mobilisasi tenaga kesehatan.
Pemetaan dilakukan dengan menggunakan data dari radar Sentinel-1 yang dapat menembus awan dan hujan, sehingga memberikan informasi terkini yang sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan di lapangan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi BRIN untuk memetakan daerah yang terkena dampak secara akurat, sehingga sumber daya dapat dialokasikan dengan lebih efektif dan efisien.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Joko Widodo juga menyoroti krusialnya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Unit Air Siap Minum (Arsinum) milik BRIN saat ini tengah menjalani pengecekan untuk memastikan berbagai unit dapat digunakan dalam situasi darurat.
Banyak infrastruktur lokal yang rusak akibat bencana membuat suplai air kemasan tidak mencukupi. Oleh karena itu, BRIN melakukan langkah-langkah untuk meminta dukungan pengiriman peralatan melalui jalur udara, bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara.
Langkah ini dinaikkan sebagai prioritas untuk memastikan akses air bersih dalam upaya pemulihan kawasan yang terdampak.
BRIN menyiapkan tim tenaga kesehatan, psikolog, dan ahli kesehatan lingkungan untuk mendukung masyarakat yang terkena dampak. Joko Widodo menyatakan bahwa dampak dari bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan dan psikologis warga.
Tim dari BRIN siap memberikan layanan medis dan psikososial guna mendukung pemulihan masyarakat. Intervensi ini akan berbasis data untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan spesifik di lapangan.
Joko Widodo menggarisbawahi bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak akan menjadi kunci dalam memberikan dukungan yang efektif bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: