Kategori Berita
Senin, 01 DESEMBER 2025 • 18:51 WIB

Waspadai Tanda-tanda Bahaya Longsor di Indonesia

Waspadai Tanda-tanda Bahaya Longsor di IndonesiaWaspadai Tanda-tanda Bahaya Longsor di Indonesia

Longsor merupakan bencana alam yang kerap melanda Indonesia, terutama saat musim hujan. Pentingnya mengenali tanda-tanda awal dapat membantu masyarakat melakukan evakuasi mandiri sebelum terlambat.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Mengetahui tanda-tanda bahaya ini menjadi langkah penting dalam menjaga keselamatan diri dan keluarga. Artikel ini akan mengulas lima tanda bahaya yang harus diperhatikan sebelum terjadinya longsor.

1. Suara Gemuruh yang Tidak Normal

Salah satu tanda awal terjadinya longsor adalah mendengar suara gemuruh yang tidak biasa. Suara ini dapat disebabkan oleh tanah yang sudah mulai bergerak atau batu-batu yang lepas dari lereng.

Bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, mendengar suara ini merupakan sinyal untuk segera bersiap-siap melakukan evakuasi. Suara gemuruh kerap kali menandakan bahwa kondisi tanah sudah tidak stabil.

2. Retakan Pada Tanah dan Struktur Bangunan

Keberadaan retakan pada tanah merupakan indikator bahwa tanah mulai bergerak, baik di halaman rumah maupun jalan sekitar. Retakan ini menjadi tanda potensi terjadinya longsor.

Selain retakan pada tanah, perhatian juga harus diberikan pada struktur bangunan. Jika bangunan menunjukkan retakan, hal ini menandakan kondisi sudah darurat dan membutuhkan evakuasi.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

3. Pergerakan Tanah dan Lanskap yang Berubah

Pergeseran tanah yang terlihat seperti tanah yang turun dari bukit adalah sinyal bahaya yang harus diwaspadai. Perubahan pada lanskap, misalnya pohon yang miring, juga dapat menjadi tanda ancaman longsor.

Apabila tanda-tanda ini muncul, tindakan evakuasi sebaiknya dilakukan tanpa menunggu lebih lama. Pergerakan yang terlihat jelas dapat menjadi indikasi nyata bahwa longsor akan terjadi.

4. Air Berwarna Keruh dan Perubahan Aliran Sungai

Perubahan warna air sungai dari jernih menjadi keruh sering kali menandakan adanya longsor yang terjadi di daerah hulu. Hal ini disebabkan oleh tanah dan material lainnya yang terbawa ke dalam aliran.

Selain itu, perubahan aliran sungai yang tidak biasa juga harus diwaspadai. Kewaspadaan dalam hal ini menjadi langkah yang bijak agar terhindar dari risiko yang lebih besar.

5. Tindakan Preventif dari Pihak Berwenang

Masyarakat hendaknya selalu mengikuti informasi yang disampaikan oleh pihak berwenang terutama pada musim hujan. Peringatan akan potensi longsor di area tertentu harus diambil serius.

Mengikuti anjuran evakuasi mandiri yang dikeluarkan oleh otoritas sangat penting untuk menjaga keselamatan. Tindakan cepat dalam situasi darurat bisa menyelamatkan nyawa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspadai Tanda-tanda Bahaya Longsor di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!